![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG ONLINE - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus komplotan begal motor sadis asal Lampung, yang dipimpin Helmi alias Kanit. Komplotan telah beraksi puluhan kali di wilayah Jakarta dan Karawang.
Adapun para pelaku yang ditangkap masing-masing adalah Helmi alias Kanit, Bandaryanshay alias Bat, serta kelompok penadahnya yakni Oman Saputra, Iwan alias Disi dan Obih. Sementara dua anak buah Kanit yakni, Ipen dan IS alias Kijing,masih buron.
"Untuk pelaku pencuriannya ada empat orang, tetapi dua orang bernama Ipen dan Kijing belum tertangkap, sementara penadahnya ada tiga orang dari Karawang," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso, Senin (8/2/2016).
Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa empat unit motor hasil curian, empat unit handphone, satu buah kunci pas, anak kunci letter T, kunci magnet duplikat dan empat buah kunci duplikat.
"Menurut pengakuan para pelaku, mereka sudah melakukan aksinya puluhan kali di Jakarta dan Karawang. Tetapi sejauh ini kami baru mendata ada empat LP (laporan) terkait komplotan ini, yang dilakukan di wilayah Jakarta," tambah Eko.
Komplotan ini ditangkap oleh tim Opsnal Unit V dipimpin Kompol Handik Zusen pada Jumat (5/2/2016) lalu. Sempat terjadi baku tembak antara petugas dengan komplotan pelaku saat hendak dilakukan penangkapan.
"Saat itu para tersangka kami bawa untuk pengembangan, guna menangkap tersangka Ipen selaku yang membawa senjata api dan Kijing di SPBU dekat Perumahan Mutiara Gading, Cakung, Jaktim," ungkap Eko.
Namun para tersangka mengetahui kedatangan petugas, hingga akhirnya mereka berusaha melarikan diri dan terjadi baku tembak antara polisi dengan komplotan tersebut.
"Dalam baku tembak itu, tersangka Ipen jatuh dari motor akibat tertembak di bawah punggungnya, namun dia masih berhasil lolos dengan membonceng motor yang dikemudikan tersangka Kijing," jelas Eko, seperti dilansir Harianterbit.
Sementara itu, Handik menjelaskan modus operandi para pelaku adalah dengan menyisir lokasi yang menjadi sasaran. Mereka menyasar motor di parkiran umum atau halaman rumah.
"Selanjutnya para tersangka membobol kunci kendaraan dengan menggunakan kunci leter T," terangnya.
Komplotan ini mempersenjatai diri dengan senjata api yang dibawa tersangka Ipen. Mereka tidak segan-segan melukai, bahkan menghilangkan nyawa korban yang menghalang-halangi aksinya.
"Setelah mendapat motor hasil curian, kemudian para tersangka menjualnya ke kelompok penadah asal Karawang," imbuh Handik.
Diduga para pelaku sudah melakukan aksinya puluhan kali. Tetapi sejauh ini polisi baru mengetahui ada empat laporan curanmor yang dilakukan para tersangka, yakni di Cipayung, Jaktim, Kemayoran Jakpus, Tambora, Jakbar dan Jembatan Lima, Jakbar. (*)
