Notification

×

Kaca Ruang Ketua DPRD Lampung Dipecahkan 'Wakil Nabi'

10 February 2016 | 21:05 WIB Last Updated 2016-02-10T14:05:52Z
Mustofa

LAMPUNG - Kantor DPRD Lampung gempar. Mengaku seorang nabi dan akan menyampaikan sesuatu kepada Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, namun tidak ditanggapi.

Akibatnya, pria yang diduga mengalami cacat mental bernama Mustofa (51) tersebut melempar kaca ruang politikus PDIP itu menggunakan botol minuman ringan hingga pecah, Rabu (10/2/2016).

Humas DPRD Lampung Elip mengatakan, pelemparan kaca ruang kerja Dedi terjadi sekitar pukul 9.30 wib.

"Pelaku meminta bertemu ketua DPRD, katanya akan menyampaikan sesuatu. Dia minta ditemukan dengan Jokowi karena akan terjadi sesuatu yang besar di Indonesia. Dia juga mengaku seorang nabi," jelasnya.

Mustofa langsung diamankan dan sempat mendapat pukulan dari anggota Satpol PP Pemrov Lampung yang bertugas di kantor DPRD. 

"Sudah beberapa hari terakhir dia ke sini. Tetapi kita lihat ada yang tidak beres karena mengaku nabi. Pelaku sudah diamankan Kepolisian Sektor Teluk Betung Selatan," ujar Elip.

Dia mengatakan, Mustofa, orang yang mengaku wakil Nabi Muhammad SAW, pernah datang ke kantor DPRD seminggu sebelum peristiwa pelemparan kaca. Mustofa datang ingin menemui Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal. 

"Dia mengaku wakil nabi. Dia bilang mau ketemu dengan ketua karena akan ada peristiwa besar terjadi," papar Elip.

Ketika itu Ketua DPRD Lampung sedang tidak ada di tempat, sehingga tidak bisa menemui Mustofa yang lalu pergi. Keesokan harinya, Mustofa mengirim pesan singkat ke staf protokol Ketua DPRD Lampung.

Isi pesan singkatnya, Mustofa akan melakukan tindakan anarki jika tidak bisa ketemu dengan Ketua DPRD Lampung. Elip mengutarakan, pihaknya langsung melakukan penjagaan ketat.

Pada Rabu pagi tadi, Mustofa kembali datang ke kantor Ketua DPRD Lampung. Dia lalu melempar botol air mineral ke kaca ruangan Ketua DPRD Lampung.

Bertemu Jokowi

Sementara, Mustofa ditemui para jurnalis di Polsek Telukbetung Selatan, mengatakan alasannya ingin ketemu Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal untuk difasilitasi bertemu Presiden Jokowi. 

Mustofa mengatakan, dia ingin menemui Jokowi dan meminta diakui sebagai orang yang meneruskan tugas kenabian Muhammad SAW.

"Saya ingin Presiden mengakui bahwa saya wakil nabi," ujarnya. 

Untuk bertemu Jokowi, Mustofa mengaku tidak punya akses. Karena itu ia berinisiatif menemui Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal.

"Sebagai wakil rakyat, dia (Dedi) bisa menemui saya dengan Presiden," ujar Mustofa. 

Namun keinginannya untuk bertemu Dedi tidak juga terlaksana. Hal itu membuat Mustofa kesal dan mengancam akan memecahkan kaca ruang Ketua DPRD Lampung jika tidak bisa menemui Dedi.
 
"Saya tadi datang ke ruangan Ketua DPRD tapi tidak bisa ketemu. Makanya saya lempar kacanya," ujarnya, hingga langsung dibawa ke Polsek Teluk Betung Selatan.
Mustofa yang mengaku sebagai wakil Nabi Muhammad SAW di muka bumi ini karena mendapat bisikan gaib pada tahun 1982. Ketika itu, Mustofa menceritakan, dia sedang sakit stres di gunung di Tenumbang, Krui, Pesisir Barat.

Pada saat sakit itu, kata Mustofa, ada bisikan datang ke dirinya. 

“Mus saya ini Nabi Muhammad. Katakan kepada orang itu kamu itu Rasululllah kedua,” ujar Mustofa menirukan suara bisikan gaib ke dirinya.

Dalam keadaan stres itulah, dia mempercayai bisikan tersebut dan lalu menceritakan ke sanak saudaranya bahwa dia adalah Rasulullah kedua. Namun keluarga Mustofa tidak percaya. 

“Keluarga bilang rasul tidak ada lagi, nabi tidak ada lagi,” kata dia.

Mustofa menjelaskan, maksud rasulullah kedua adalah wakil nabi yang tugasnya mempersatukan manusia di muka bumi ini. Ketika itu pihak keluarganya memaklumi perkataan Mustofa karena sedang stres.

Mustofa juga mengaku punya solusi atas permasalahan di dunia ini, terutama dalam hal terorisme dan narkoba. 

“Saya tahu cara menyelesaikan terorisme dan narkoba di dunia ini,” ujar dia.

Namun saat ditanyakan apa solusinya, Mustofa enggan memberitahu. Menurut dia, penyelesaian masalah ini hanya bisa diberitahukan dan diselesaikan kepada ahlinya, yaitu para pemimpin dunia.

“Saya mau ketemu semua pemimpin dunia. Nanti saya beritahu mereka bagaimana cara menyelesaikan terorisme dan narkoba,” ucapnya, seperti dilansir Tribunlampung.

Dimarahi MUI

Mustofa sangat yakin bahwa dirinya pengganti Nabi Muhammad di muka bumi. Keyakinan ini ia dapat setelah mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Awalnya tahun 1982, Mustofa mendapat bisikan gaib yang mengaku sebagai Nabi Muhammad.

Namun, Mustofa yang ketika itu dalam keadaan stres tidak terlalu mempercayai bisikan gaib tersebut. Di tahun 1992, dia mengaku mimpi bertemu Nabi Muhammad. Di dalam mimpi itu, kata Mustofa, nabi mengajarkan dirinya ngaji.

“Tahun 2003, saya ini merasa benar bisa mempersatukan manusia di dunia ini. Saya jadi ingat kejadian tahun 1982. Dari situlah saya yakin saya wakil nabi,” kata Mustofa.

Dia lalu menemui alim ulama setempat mengonsultasikan mengenai dirinya sebagai wakil nabi. Menurutnya, ketika itu alim ulama tidak membenarkan dan tidak pula menyalahkan. Penasaran, Mustofa menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Tetapi pihak MUI marah karena dirinya mengaku sebagai pengganti Nabi Muhammad. 

“Tapi kata Tuhan, katakan walau pahit sekalipun. Mengingat kata Tuhan ini saya lanjutkan tugas saya (sebagai wakil nabi),” terang Mustofa.

Dia pun mendatangi kantor media massa mengumumkan bahwa dirinya adalah wakil nabi. Sejak berita itu dimuat, tutur Mustofa, pihak kepolisian mendatangi dirinya. Tahun 2011, kata dia, aparat dari Polsek Kedondong, Pesawaran, datang memeriksa dirinya.

Pada tahun 2014, dirinya juga pernah diperiksa di Polda Lampung dan dia tidak ditahan oleh aparat kepolisian. 

“Itu berarti saya benar dan saya tidak mengada-ada dan tidak direkayasa,” tukas Mustofa.

Wajah Mustofa babak belur. Saat ditemui para jurnalis di Polsek Teluk Betung Selatan, wajahnya memar dan bengkak. Mustofa baru saja dipukuli oleh Polisi Pamong Praja yang berjaga di kantor DPRD Lampung.

“Saya sampai seperti ini (wajah babak belur),” kata dia. 

Menurut Mustofa, banyak orang tidak percaya bahwa dirinya adalah pengganti Nabi Muhammad. Bahkan, kata dia, keluarganya pun tidak mempercayainya.

Mustofa menceritakan, dulu anaknya selalu memberikan ia uang. Namun, setelah Mustofa mengaku sebagai nabi, anaknya tidak lagi memberikan uang. Mustofa mengaku tidak akan berhenti menjalankan tugasnya sebagai wakil nabi untuk mempersatuan manusia di dunia. (*)