Notification

×

Eks Gafatar Jawa Barat Pilih Jadi Transmigran ke Lampung

01 February 2016 | 20:01 WIB Last Updated 2016-02-01T13:01:27Z
Eks anggota Gafatar saat dipulangkan dari Kalimantan (foto: ist)

LAMPUNG ONLINE - Hari ini sejumlah warga asal Tasikmalaya, Jawa Barat eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai dikembalikan ke kabupaten dan kota asalnya. Namun sejumlah mantan pengikut Gafatar banyak yang memilih pergi bertransmigrasi, karena tidak mau kembali ke kampung halamannya.

Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tasikmalaya, Muhammad Firmansyah mengatakan, berdasarkan hasil rapat kemarin, ada 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang warganya akan dipulangkan hari ini.

Dari 15 kota dan kabupaten, Kota Tasikmalaya tidak termasuk. Sebab, mantan pengikut Gafatar asal Kota Tasikmalaya memilih pergi ke Sumatera.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Deni Diyana menambahkan, tiga orang warga asal Kota Tasikmalaya yang pernah menjadi pengikut Gafatar tidak mau kembali.

Mereka memilih untuk mengurus berkas transmigrasi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kesbangpol 
Provinsi Jawa Barat, dikabarkan mereka akan pergi ke Lampung.

"Mereka tidak mau pulang tapi mau transmigrasi jadi Pemkot Tasikmalaya tidak melakukan penjemputan ke Bandung," kata Deni, Senin (1/2/2016).

Sementara, mantan pengikut Gafatar asal Kabupaten Tasikmalaya juga dikabarkan tidak ingin kembali ke kampung halamannya, seperti dilansir Republika.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Tasikmalaya, Nana Rukmana, menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar Kecamatan Singaparna tempat mantan Gafatar tersebut tinggal.

Hasilnya, masyarakat siap menerima mereka kembali. Tapi, dengan catatan mereka tidak kembali kepada paham Gafatar lagi. Namun, informasi sementara yang diterima pihaknya, mantan pengikut Gafatar asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya beserta keluarganya tidak ingin kembali ke kampung halamannya.

"Mereka ingin tinggal di Jombang Jawa Timur di kampung halaman istrinya," ujar Nana. (*)