![]() |
| Eks anggota Gafatar saat dipulangkan dari Kalimantan (foto: ist) |
LAMPUNG ONLINE -
Hari ini sejumlah warga asal Tasikmalaya, Jawa Barat eks pengikut
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai dikembalikan ke kabupaten dan
kota asalnya. Namun sejumlah mantan pengikut Gafatar banyak yang memilih
pergi bertransmigrasi, karena tidak mau kembali ke kampung halamannya.
Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tasikmalaya, Muhammad Firmansyah mengatakan, berdasarkan hasil rapat kemarin, ada 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang warganya akan dipulangkan hari ini.
Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tasikmalaya, Muhammad Firmansyah mengatakan, berdasarkan hasil rapat kemarin, ada 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang warganya akan dipulangkan hari ini.
Dari
15 kota dan kabupaten, Kota Tasikmalaya tidak termasuk. Sebab, mantan
pengikut Gafatar asal Kota Tasikmalaya memilih pergi ke Sumatera.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Deni Diyana menambahkan, tiga orang warga asal Kota Tasikmalaya yang pernah menjadi pengikut Gafatar tidak mau kembali.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Deni Diyana menambahkan, tiga orang warga asal Kota Tasikmalaya yang pernah menjadi pengikut Gafatar tidak mau kembali.
Mereka
memilih untuk mengurus berkas transmigrasi. Berdasarkan hasil
koordinasi dengan Kesbangpol
Provinsi Jawa Barat, dikabarkan mereka akan
pergi ke Lampung.
"Mereka tidak mau pulang tapi mau transmigrasi jadi Pemkot Tasikmalaya tidak melakukan penjemputan ke Bandung," kata Deni, Senin (1/2/2016).
Sementara, mantan pengikut Gafatar asal Kabupaten Tasikmalaya juga dikabarkan tidak ingin kembali ke kampung halamannya, seperti dilansir Republika.
"Mereka tidak mau pulang tapi mau transmigrasi jadi Pemkot Tasikmalaya tidak melakukan penjemputan ke Bandung," kata Deni, Senin (1/2/2016).
Sementara, mantan pengikut Gafatar asal Kabupaten Tasikmalaya juga dikabarkan tidak ingin kembali ke kampung halamannya, seperti dilansir Republika.
Kepala
Dinsosnakertrans Kabupaten Tasikmalaya, Nana Rukmana, menjelaskan,
pihaknya sudah berkomunikasi dengan masyarakat di sekitar Kecamatan
Singaparna tempat mantan Gafatar tersebut tinggal.
Hasilnya, masyarakat siap menerima mereka kembali. Tapi, dengan catatan mereka tidak kembali kepada paham Gafatar lagi. Namun, informasi sementara yang diterima pihaknya, mantan pengikut Gafatar asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya beserta keluarganya tidak ingin kembali ke kampung halamannya.
"Mereka ingin tinggal di Jombang Jawa Timur di kampung halaman istrinya," ujar Nana. (*)
Hasilnya, masyarakat siap menerima mereka kembali. Tapi, dengan catatan mereka tidak kembali kepada paham Gafatar lagi. Namun, informasi sementara yang diterima pihaknya, mantan pengikut Gafatar asal Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya beserta keluarganya tidak ingin kembali ke kampung halamannya.
"Mereka ingin tinggal di Jombang Jawa Timur di kampung halaman istrinya," ujar Nana. (*)
