Notification

×

Cinta Diputus, Cewek Lampung 'Putusin' Nyawa Pacar

05 February 2016 | 13:11 WIB Last Updated 2016-02-05T06:39:53Z
Tersangka Widya (kiri) dan Kapolsek Kedaton Komisaris Handak Prakasa Qalbi (foto: ist)

BANDAR LAMPUNG - Prinsip cinta wanita satu ini sadis sekali. Betapa tidak. Jika dirinya tak bisa memiliki sang kekasih menjadi suami, maka lebih baik pacarnya tersebut mati di tangannya. Dan itu telah dibuktikannya

Petugas Polsek Kedaton dibantu Polsek Kedondong, Pesawaran, Lampung, menangkap Widya (20) tersangka kasus pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri, Eki Hermawan. Tersangka diringkus di wilayah Kedondong, Kamis (4/2/2016) sore. 

Widya menusuk Eki menggunakan sebilah pisau di depan Perumahan Puri Suropati Estate, Rabu (3/2/2016). Eki yang bekerja sebagai sopir pribadi akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) pada Kamis subuh.

Kapolsek Kedaton Komisaris Handak Prakasa Qalbi, mengatakan, Widya ditangkap ketika berada di dalam angkutan umum saat akan pulang ke rumahnya di Pesawaran.

"Tersangka terjaring razia Polsek Kedondong," ujarnya, Jumat (5/2/2016).

Kapolsek menuturkan, aparat Polsek Kedaton sudah mencium bahwa Widya akan pulang ke rumahnya di daerah Kedondong.

"Kami hubungi Polsek Kedondong untuk razia. Akhirnya, Widya tertangkap di dalam angkutan umum," ucap Handak.

Kapolsek mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka Widya karena sakit hati diputus cinta oleh korban Eki Hermawan. Eki dan Widya menjalin hubungan cinta. Namun, Eki memutus hubungan asmara itu.

Widya tidak terima dengan keputusan Eki. Widya beranggapan jika dirinya tidak bisa memiliki Eki, maka lebih baik Eki mati.

"Maka terjadilah peristiwa penusukan itu," papar Handak, seperti dilansir Tribunlampung.

Kronologi
Eki Hermawan tewas dibunuh kekasihnya, Widya di depan sebuah perumahan di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu. Eki mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

Kapolsek Kedaton Komisaris Handak Prakasa Qalbi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 19.00 Wib, diawali cekcok mulut antara korban dengan kekasihnya. 

Pada Rabu (3/2/2016) malam, Widya datang menemui Eki di Perumahan Untung Suropati Estate. Ketika itu Eki sedang berada di rumah atasannya. Eki bekerja sebagai sopir pribadi. 

Eki dan Widya bertemu di depan perumahan tersebut. Menurut Handak, pada pertemuan itu, Eki dan Widya terlibat cekcok mulut.

"Mereka bertengkar masalah cinta. Ketika pertengkaran masih terjadi, Widya mengeluarkan senjata tajam dan menusuk Eki," jelasnya. 

Usai menusuk Eki, Widya melarikan diri. Eki sempat berlari ke rumah atasannya meminta pertolongan, yang lalu membawa korban ke RSUAM. Namun Eki akhirnya meregang nyawa. (*)