Notification

×

Supreme Energy di Lampung Bantah Terlibat dengan Riza Chalid

07 December 2015 | 20:02 WIB Last Updated 2016-07-31T11:22:27Z
Warga berdemo menolak eksplorasi panas bumi yang dilakukan PT Supreme Energy di Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (29/5/2013) lalu. | ist

LAMPUNG - Merasa gerah karena nama perusahaannya disebut-sebut dalam pemberitaan mafia migas, PT Supreme Energy di Lampung membantah memiliki keterkaitan dengan Riza Chalid.

Menurut VP Relations & SHE Supreme Energy, Priyandaru Effendi, perusahaannya bergerak di bidang panas bumi.

"Perusahaan Supreme Energy yang disebut-sebut menginduk pada Global Energy Resourches berkedudukan di Belanda, bukan di Indonesia," ujarnya, Senin (7/12/2015).

Pihaknya merasa gerah setelah belakangan banyak pihak yang mempertanyakan hubungan PT Supreme Energy di Indonesia dengan Riza Chalid.

Perseroan mengklarifikasi bahwa 'Supreme Energy' yang disebut dalam pemberitaan tersebut tidak ada hubungannya dengan PT Supreme Energy yang didirikan sejak tanggal 11 September 2007 itu.

"PT Supreme Energy mengklarifikasi bahwa perusahaan ini hanya bergerak di bidang pengembangan energi panas bumi (geotermal), untuk menghasilkan listrik yang dipasok ke PT PLN (Persero)," jelas Priyandaru.

PT Supreme Energy didirikan oleh Supramu Santosa, dan memiliki tiga perusahaan yang terafiliasi dan bergerak di bidang pengembangan panas bumi, seperti dilansir Kompas.

Perusahaan pertama adalah PT Supreme Energy Muara Laboh, yang berdiri pada tanggal 1 Juli 2008, sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP) panas bumi untuk wilayah kerja pertambangan (WKP) Liki Pinangawan Muaralaboh di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Kedua, PT Supreme Energy Rajabasa. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 1 Juli 2008 sebagai pemegang IUP untuk WKP Rajabasa di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Ketiga, PT Supreme Energy Rantau Dedap. Perusahaan tersebut berdiri pada 1 Juli 2008 sebagai pemegang IUP untuk WKP Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat; dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan.

"Pada tahun 2011, PT Supreme Energy secara resmi bekerja sama dengan partner dan pemegang saham internasional, yaitu GDF Suez yang saat ini berubah menjadi Engie dan Sumitomo Corporation yang bersama-sama," ungkap Priyandaru. (*/fik)