![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG UTARA - Komplotan pelaku begal motor berpistol di Lampung Utara, Provinsi Lampung masih berkeliaran. Seorang guru sekolah dasar (SD) menjadi korban pembegalan empat pemuda tak dikenal bersenjata api (senpi).
Peristiwa itu terjadi di jalan raya daerah perbatasan Desa Papanrejo, Bungamayang-Kotabumi Utara, Lampung Utara, Rabu (9/12/2015), sekitar pukul 09.30.
Para pelaku merampas satu unit sepeda motor Honda Revo warna oranye silver BE-7161-JO dan sebuah tas yang berisi dompet, ponsel, dan uang Rp600 ribu serta berikut surat berharga lainnya.
Siti Nelawati (26), warga Desa Isorejo, Abung Timur, Lampung Utara, mengaku baru melaporkan kejadian itu pada Jumat (11/12/2015), karena harus menyiapkan bukti berkas kepemilikan motor.
Para pelaku merampas satu unit sepeda motor Honda Revo warna oranye silver BE-7161-JO dan sebuah tas yang berisi dompet, ponsel, dan uang Rp600 ribu serta berikut surat berharga lainnya.
Siti Nelawati (26), warga Desa Isorejo, Abung Timur, Lampung Utara, mengaku baru melaporkan kejadian itu pada Jumat (11/12/2015), karena harus menyiapkan bukti berkas kepemilikan motor.
Selain itu, di desanya sulit mencari kendaraan umum untuk menuju Kotabumi, ibukota kabupaten Lampung Utara.
Siti menceritakan, kejadian berawal ketika dia mengendarai sepeda motor seorang diri dari rumah hendak pergi mengajar ke sekolah.
Siti menceritakan, kejadian berawal ketika dia mengendarai sepeda motor seorang diri dari rumah hendak pergi mengajar ke sekolah.
Di tengah perjalanan daerah perbatasan Desa Papanrejo, Bungamayang-Kotabumi Utara, tiba-tiba dari arah belakang muncul empat pemuda tak dikenal mengendarai sepeda motor, langsung mengejarnya dan menyalip laju kendaraan korban hingga terhenti.
Pada waktu itu, dua pelaku langsung turun menghampiri dan mengeluarkan senjata api (senpi) sambil mengancam akan menembak korban.
Pada waktu itu, dua pelaku langsung turun menghampiri dan mengeluarkan senjata api (senpi) sambil mengancam akan menembak korban.
”Cepat serahkan sepeda motor, kalau enggak kamu saya tembak,” ancam pelaku seperti ditirukan Siti.
Karena tak berdaya dan takut ditembak, dengan berat hati dirinya menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya tersebut dan para pelaku langsung membawanya kabur, seperti dilansir Lampost.
Setelah kejadian itu, ada warga yang melintasi jalan tersebut dan Siti diantarkan pulang ke rumahnya. Siti menduga para pelaku leluasa melakukan aksinya karena kondisi jalan rusak berlubang, dan saat itu lokasi TKP sedang sepi. (*)
Karena tak berdaya dan takut ditembak, dengan berat hati dirinya menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya tersebut dan para pelaku langsung membawanya kabur, seperti dilansir Lampost.
Setelah kejadian itu, ada warga yang melintasi jalan tersebut dan Siti diantarkan pulang ke rumahnya. Siti menduga para pelaku leluasa melakukan aksinya karena kondisi jalan rusak berlubang, dan saat itu lokasi TKP sedang sepi. (*)
