LAMPUNG ONLINE - Grup band asal Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung yang dibentuk pada Agustus 2002, Hijau Daun, akan menyapa fansnya dengan merilis tiga single baru bertajuk 'Kutetap Sayang', 'Ilusi Tak Bertepi dan 'Sesuatu yang Sempurna'.
"Yang akan edar lebih dulu adalah 'Kutetap Sayang'," ungkap vokalis Hijau Daun, Dide.
Ketiga lagu itu merupakan karya cipta Dose Hudaya, pemilik label DHP (DH Production), yang telah meraih sukses dengan lagu-lagunya yang dibawakan komedian Sule (Susis, Bola Salju dan lain-lain) dan juga Sesakit-sakitnya (Ruri Repvblik).
Ketiga lagu itu merupakan karya cipta Dose Hudaya, pemilik label DHP (DH Production), yang telah meraih sukses dengan lagu-lagunya yang dibawakan komedian Sule (Susis, Bola Salju dan lain-lain) dan juga Sesakit-sakitnya (Ruri Repvblik).
Hijau Daun sekarang memang bernaung di bawah bendera DHP, label besar yang bermarkas di Jalan Cilengkrang 1, Kota Bandung, Jawa Barat.
Menurut Dose, dalam menggarap band yang punya hits 'Suara' ini, DHP bermitra dengan Mr Yongky, produser yang selama ini menangani Hijau Daun, dan sederet band lain seperti ST 12, Kangen dan Baginda's.
"Kemitraan dengan DHP untuk menggarap band yang sudah dirilis sejak lama. Kesepakatannya sudah tercapai sebelum Hijau Daun merilis single yang sekarang sedang beredar dengan label lain. Hanya saja pihak DHP memandang sekaranglah saat yang tepat untuk merilis single 'Kutetap Sayang'," jelas Mr Yongky, seperti dilansir Lampung Online dari laman Globalnews-indonesia pada Sabtu (12/12/2015).
Optimistis
Tentang bendera label yang sekarang menaunginya, menurut Dide, apa yang mereka cari semua ada di DHP. Studio rekaman yang kualitasnya sangat bagus, manajemen yang terbuka dan tertata rapi, iklim kerja yang enak,dan promosi yang berani serta kedepan terarah.
Menurut Dose, dalam menggarap band yang punya hits 'Suara' ini, DHP bermitra dengan Mr Yongky, produser yang selama ini menangani Hijau Daun, dan sederet band lain seperti ST 12, Kangen dan Baginda's.
"Kemitraan dengan DHP untuk menggarap band yang sudah dirilis sejak lama. Kesepakatannya sudah tercapai sebelum Hijau Daun merilis single yang sekarang sedang beredar dengan label lain. Hanya saja pihak DHP memandang sekaranglah saat yang tepat untuk merilis single 'Kutetap Sayang'," jelas Mr Yongky, seperti dilansir Lampung Online dari laman Globalnews-indonesia pada Sabtu (12/12/2015).
Optimistis
Tentang bendera label yang sekarang menaunginya, menurut Dide, apa yang mereka cari semua ada di DHP. Studio rekaman yang kualitasnya sangat bagus, manajemen yang terbuka dan tertata rapi, iklim kerja yang enak,dan promosi yang berani serta kedepan terarah.
"Bergabung dengan DHP memberikan harapan bagi Hijau Daun, apalagi lagu-lagu kang Dose punya kekuatan dalam intonasi, melodi yang easy listening dan lirik yang menjual," ujarnya.
Dengan formasi Dide (vokal), Richan (Bass),Arya (Gitar), Aray (gitar),dan Rio (additional drummer),Hijau Daun tetap optimis tentang eksistensinyadi belantika musik Indonesia."
Dengan formasi Dide (vokal), Richan (Bass),Arya (Gitar), Aray (gitar),dan Rio (additional drummer),Hijau Daun tetap optimis tentang eksistensinyadi belantika musik Indonesia."
"Lagu-lagu baru Hijau Daun selalu ditunggu oleh fans," ucap Dide.
Lagu & Eksistensi
Menurut Dide, Hijau Daun tidak selalu harus menyanyikan karya cipta sendiri. Sejak album perdana pun sudah ada lagu karya orang lain. Dalam album-album selanjutnya pun begitu. Bagi Hijau Daun, membawakan karya orang lain adalah sebuah penghormatan.
Lagu & Eksistensi
Menurut Dide, Hijau Daun tidak selalu harus menyanyikan karya cipta sendiri. Sejak album perdana pun sudah ada lagu karya orang lain. Dalam album-album selanjutnya pun begitu. Bagi Hijau Daun, membawakan karya orang lain adalah sebuah penghormatan.
"Di sisi lain, ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri jika membawakan lagu karya orang lain sebagus membawakan karya sendiri," kata dia.
Eksistensi sebuah band, lanjut Dide, ditentukan oleh lagu.
Eksistensi sebuah band, lanjut Dide, ditentukan oleh lagu.
"Kami lebih percaya kepada kekuatan lagu ketimbang nama besar atau popularitas. Nama besar harus tetap dijaga secara selektif dalam menyajikan karya, tidak soal karya sendiri atau karya orang lain.
Menurut dia, band itu ibarat restoran, walaupun sudah punya nama besar tetapi jika terus-terusan menyajikan makanan yang tidak enak, tentu pelanggan akan bosan. (*/des)
Berikut video klipnya:
Berikut video klipnya:
