![]() |
| Adhi Wiriana. (ist) |
BANDAR LAMPUNG - Biaya pendidikan menyumbang kenaikan harga barang dan jasa (inflasi) terbesar di Bandar Lampung. Badan Pusan Statistik (BPS) Lampung mencatat, biaya sekolah dan biaya kuliah menyumbang inflasi hingga 0,28 persen.
Kepala BPS Lampung Adhi Wiriana mengungkapkan, inflasi di Bandar Lampung pada Oktober 2015 mengalami kenaikan hingga 0,07 persen. Pada September lalu, inflasi hanya sebesar 0,02 persen.
Menurut dia, angka inflasi kota Bandar Lampung masuk dalam 38 kota besar di Indonesia dan masuk 23 kota besar di Sumatra. "Inflasi pada Oktober kali ini naik dari bulan sebelumnya," kata Adhi saat keterangan pers di kantornya, seperti dilansir Republika, Selasa (3/11/2015).
Dia mengungkapkan, unsur yang berkontribusi terhadap naiknya inflasi antara lain kontrak rumah, biaya sekolah, biaya kuliah, mobil, dokter umum, buah jeruk, biaya sekolah SMP, ikan kembung segar, bawang merah, dan beras.
Menurut data BPS, penyumbang angka inflasi terbesar adalah kelompok pendidikan sebesar 0,28 persen. Hal ini karena terjadi kenaikan SPP anak sekolah dan kuliah di akademi dan perguruan tinggi di kota tersebut. (*)
