Notification

×

Warga Tolak Shalatkan Jasad Mayang Prasetyo di Masjid

15 October 2014 | 22:37 WIB Last Updated 2017-05-25T06:49:38Z
Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo

BANDAR LAMPUNG - Jenazah Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo, warga negara Indonesia yang menjadi korban pembunuhan di Brisbane, Australia beberapa waktu lalu, akan tiba di kampung halamannya di Bandar Lampung dalam beberapa hari mendatang.

Namun Ibunda Mayang, Nining Sukarni mengaku bingung karena warga setempat menolak menshalatkan jasad Mayang.

Kebingungan Nining ditumpahkan saat dia menyampaikan keterangan pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Rabu (15/10/2014).

"Beberapa hari lalu RT setempat datang ke rumah, mereka katakan pada saya masjid sekitar rumah enggan menshalatkan anak saya. Saya sendiri tidak tahu alasannya," ujar Nining.

Wahrul Fauzi Silalahi, dari LBH Bandar Lampung yang selama ini mendampingi keluarga Mayang menegaskan, negara harus adil memperlakukan hak dan kewajiban semua warganya.

"Kami mengecam aparat pemerintah dan membatasi peribadatan seseorang, apalagi Mayang adalah korban pembunuhan," ujar Fauzi Silalahi, seperti dilansir tribunnews.com.

Wahrul mengatakan, pilihan hidup Mayang bukan berorientasi pada kejahatan, tapi lebih kepada orientasi seksual. Mayang menurut teman-teman komunitasnya tidak memiliki catatan kriminal.

Sebelumnya diberitakan, WNI asal Lampung ini tewas mengenaskan di sebuah apartemen di Brisbane, Australia. Jasad Mayang ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, dibuang di kotak sampah dan potongan lainnya dimasak di atas kompor.

Pelaku pembunuh itu tak lain adalah suami Mayang sendiri, Marcus Volker, yang disebut-sebut sebagai pekerja seks laki-laki, dan juga mengaku-ngaku bekerja sebagai chef di sebuah kapal pesiar. (*)