Notification

×

Eksekusi Pembebasan Lahan Kota Baru Siap Dilakukan

17 September 2014 | 16:30 WIB Last Updated 2014-09-17T09:34:29Z

LAMPUNG -
Penundaan kelanjutan pembangunan Kota Baru, Lampung Selatan, tidak menghentikan pengerjaan pembangunan ruas jalannya. Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung tetap melakukan perbaikan akses jalan menuju calon pusat pemerintahan Pemprov Lampung tersebut.

"Kami tetap melanjutkan pembangunan Kota Baru, terutama untuk akses jalan sampai dengan progressnya yakni 100 persen atau akses jalan selesai. Sesuai dengan perencanan pada 2014, meskipun anggaran sangat minim tapi kami tetap meneruskan pengerjaan tersebut,” jelas Sekretaris Dinas PU Bina Marga Rony Witono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/9/2014).

Saat ini, lanjut dia, pihak Dinas PU Bina Marga belum melaksanakan perbaikan jalan secara keseluruhan, terutama akses jalan menuju Kota Baru.

“Itu karena masih ada beberapa kendala, seperti masih adanya warga yang belum bisa menerima dana pelepasan lahan dari pemda, karena bagi mereka dana yang diberikan tidak sesuai. Warga menginginkan mereka mendapat ganti rugi lebih besar, tapi kita sudah ada aturan, jadi mereka belum bisa menerimanya,” jelas Rony.

Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung akan mengundang investor untuk pembagunan Kota Baru dan Dinas PU Bina Marga akan melanjutkan pembangunan Kota Baru, terutama di akses jalan sampai dengan 100 persen, yang ditargetkan Desember mendatang.

Menurut Rony, untuk pembebasan lahan ini idealnya akan segera dieksekusi. Sebab semua warga sekitar sudah setuju jika pembebasan lahan dengan dana yang di berikan oleh pemda.

“Hanya tiga warga itu saja yang tidak menyetujuinya. Kita sudah melakukan rapat dengan Sekdaprov agar dilakukan saja eksekusi, sehingga pembangunan tetap berjalan,” paparnya, seperti dilansir Harian Pilar.

Sebelumnya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, Pemprov Lampung menegaskan bahwa untuk pembagunan Kota Baru ditunda, karena tidak memiliki anggaran untuk meneruskan pembangunannya, sehingga pemprov akan melakukan cara dengan mengundang para investor untuk dapat meneruskan pembangunannya.

"Kita akan tunda sementara pembangunan Kota Baru, karena anggaran yang sedikit dan Pemprov Lampung memiliki utang yang sangat banyak. Kita akan selesaikan masalah utang piutang dulu, baru kita bahas lagi Kota Baru,” jelasnya.

Menurut Ridho, Kota Baru tidak terlalu penting. “Yang terpenting saat ini menjalankan program pembangunan yang bertujuan untuk masyarakat dan dengan program itu masyarakat bisa merasakan manfaatnya," kata dia. (*)