LAMPUNG SELATAN - Penemuan sesosok mayat laki-laki terapung di laut Kayu Nunggal, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menghebohkan warga sekitar, Selasa (16/9/2014) petang.
Diduga kuat, mayat laki-laki tersebut seorang nelayan asal Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa yang tertabrak kapal tongkang, Sabtu (13/9/2014) lalu.
Dari informasi yang dihimpun Lampungonline.com, mayat tersebut pertama kali ditemukan salah seorang warga Merak Belantung yang sedang memasang jaring di pinggir pantai. Dia terkejut melihat sesosok manusia terapung.
"Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB. Basri, sedang memasang jaring di laut, jaraknya sekitar 1 kilometer dari daratan," ujar Kades Merak Belantung Muzani, tadi malam.
Karena takut, Basri mencoba mencari pertolongan warga lainnya dan melaporkan penemuan mayat itu kepada Kepala Desa.
"Lalu, saya lapor aparat kepolisian. Setelah itu, saya ajak beberapa warga untuk mengambil mayat itu," lanjutnya.
Pada saat dievakuasi, mayat tersebut sudah dalam keadaan hancur. Wajahnya sudah tidak dapat dikenali lagi. Mayat laki-laki itu ditemukan mengenakan jaket berwarna hitam dan celana pendek.
"Mukanya sudah tidak jelas. Tangan dan kakinya juga tinggal tulang dan kulit. Hanya bagian perut yang mengembung,"ungkapnya.
Sementara itu Kappolsek Kalianda AKP. Marwan Kholid memperkirakan mayat tersebut adalah Marsaid, warga Way Muli Timur yang menjadi korban tertabrak kapal tongkang (tug boat).
"Sekarang sedang ditangani petugas medis. Keluarga korban nelayan yang hilang asal Way Muli juga ada disini. Tadi anggota kami beritahu foto-foto mayat di pinggir pantai korban mengatakan iya. Tetapi, kepastiannya menunggu kantong mayatnya dibuka," ujar Marwan Kholid.
Diberitakan sebelumnya Marsaid (56) Nelayan Desa Waymuli timur, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), dinyatakan hilang setelah sebelumnya diketahui tertabrak Kapal Tongkang tugboat Santosa, Sabtu (13/9/2014) dini hari.
Rahmat, Saksi mata yang berada tidak jauh dari tempat kejadian menerangkan, Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, di perairan Pulau Setiga. Pada saat kapal tongkang tugboat Santosa melintas dari pulau Jawa menuju Lampung.
"Sempat terdengar suara minta tolong dari perahu Marsaid. Tapi saat di dekati perahu Marsaid hilang entah kemana. saya juga sempat mengelilingi kapal tongkang Tugboat Santosa, untuk memastikan sumber suara minta tolong itu, tapi enggak ada hasil," jelasnya. (Henk Widi)
