Notification

×

Disbudpar Lampung Akui PAD Menara Siger Belum Optimal

16 September 2014 | 14:07 WIB Last Updated 2014-09-16T07:07:09Z

LAMPUNG -
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Menara Siger pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Lampung, mengaku Menara Siger di Lampung Selatan belum memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai ikon wisata Provinsi Lampung, seharusnya keberadaan Menara Siger mampu memberikan sumbangsih PAD guna menunjang perekonomian Provinsi Lampung.

Kepala UPTD Menara Siger A.Taufik mengatakan, sejak diresmikan tahun 2008 lalu, objek wisata tersebut diorientasikan memberi kontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Namun pada kenyataannya, hingga kini belum memberikan sumbangsih.

“Konsep awalnya memang tidak diorientasikan untuk PAD, namun lebih kepada menghidupkan perekonomian penduduk setempat. Tapi sampai sekarang kondisinya tidak mengalami perubahan signifikan,” ujarnya, Senin (15/9/2014).

Pihaknya, sambung Topik, selama ini telah melakukan upaya promosi wisata untuk meningkatkan dan mempopulerkan Menara Siger. 

”Tiap Jumat kami mengadakan kegiatan doa bersama dengan kalangan masyarakat luas, supaya mereka berkunjung ke Menara Siger dan kegiatan kesenenian lainya,” jelasnya.

Sementara untuk anggaran Menara Siger, didanai dari APBD sebesar Rp300 juta.

"Dana itu untuk biaya operasinonal selama setahun. Anggota PHL kita ada 30 orang, ditambah PNS 4 orang, termasuk biaya perawatan sarana prasarana, taman dan lain-lain,” bebernya, seperti dilansir kupastuntas.co.

Tahun 2015, imbuhnya, Pemprov Lampung telah memangkas alokasi dana untuk Minara Siger, dari usulan Rp 400 juta menjadi Rp200 juta. Kendati demikian, kata Topik, pihaknya tetap berusaha mengoptimalkan Menara Siger agar banyak pengunjung.

"Meski ada penurunan anggaran, kita berusaha memaksimalkan supaya Menara Siger semakin banyak pengunjung," tandasnya. (*)