Notification

×

Seskab Apresiasi Upaya Kemlu Evakuasi WNI di Libya

04 August 2014 | 00:55 WIB Last Updated 2014-08-03T17:55:17Z
Evakuasi WNI dari Libya ke Tunisia. Foto: dok. KBRI Tunisia

JAKARTA -
Berkenaan dengan situasi yang memburuk menyusul konflik antar militer di Libya,  Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengevakuasi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Tripoli, Libya, melalui jalan darat ke Tunisia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengapresiasi langkah Kemlu yang bergerak cepat menyelamatkan WNI dari kepungan konflik militer di Libya.

“Terima kasih kepada Kemlu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya dan KBRI di Tunisia yang bergerak cepat menyelamatkan nasib WNI,” kata Seskab Dipo Alam melalui pesan singkatnya, Minggu (3/8/2014) malam.

Apresiasi itu disampaikan Seskab menanggapi laporan Menlu Marty Natalegawa mengenai perkembangan repatriasi WNI di Libya, Minggu.

Mengutip laporan Menlu, Seskab Dipo Alam menyampaikan, pada Jumat (1/8/2014), KBRI Tripoli, Libya telah memberangkatkan melalui jalan darat ke Tunisia, sebanyak 51 WNI, yang terdiri atas 34 wanita dan 17 laki-laki, dimana terdapat seorang bayi dan seorang mahasiswa.

“KBRI Tripoli telah berkoordinasi dengan KBRI Tunis untuk penguruan visa memasuki imigrasi Tunis di perbatasan Ras Jedir, dan melanjutkan perjalanan ke Tunis,” kata Seskab, seperti dikutip laman setkab.go.id.

Sebelum ini, lanjut Seskab, KBRI Tripoli juga telah mengevakuasi 34 orang WNI (16 mahasiswa, 18 TKI/TKW) ke Tunisia, untuk selanjutnya diterbangkan langsung ke tanah air.

Sementara pada Minggu, menurut Seskab Dipo Alam mengutip laporan Menlu Marty Natalegawa, akan kembali dilakukan evakuasi tahap ketiga bagi WNI di Tripoli dengan menggunakan jalur darat melalui Tunisia.

Utamakan Keselamatan

Seskab Dipo Alam mendukung langkah-langkah Menlu Marty Natalegawa, agar dalam upaya melakukan evakuasi terhadap WNI yang terjebak dalam pertempuran antar militer di Tripoli, Libya, senantiasan mengutamakan keselamatan dan keamanan WNI.

“Mengingat situasi keamanan yang rawan dan "fluid", Kemlu telah menginstruksikan kepada Perwakilan RI agar senantiasa utamakan keselamatan dan keamanan WNI dalam proses repatriasi tersebut,” kata Seskab Dipo Alam.

Berdasarkan data Kemlu, diperkirakan ada sekitar 186 orang WNI yang berada di Libya. Kemlu berupaya semaksimal mungkin mengevakuasi seluruh WNI di  negara tersebut. Namun sampai saat ini, belum ada rencana evakuasi duta besar dan stafnya dari Tripoli.