Notification

×

Presiden SBY Ingatkan Jokowi Tunggu Putusan MK

07 August 2014 | 23:02 WIB Last Updated 2014-08-07T16:02:40Z
Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa memahami, jika calon presiden terpilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Joko Widodo (Jokowi) melakukan serangkaian persiapan sebelum pelantikan dirinya  pada 20 Oktober mendatang, dengan asumsi Mahkamah Konstitusi akhirnya mengukuhkan dirinya sebagai Presiden RI periode 2014-2019.

Malalui kanal Youtube (http://t.co/Xk1bs58B96) yang diunggahnya beberapa saat lalu, SBY menegaskan, bahwa sebenarnya itu hak Jokowi sepenuhnya untuk mempersiapkan diri sebelum tgl 20 Oktober mendatang, apakah untuk Jokowi sendiri atau kabinet yang hendak dipimpinnya. 

“Jadi, saya kira tidak perlu dipersoalkan,” ujarnya, seperti dilansir laman setkab.go.id, Kamis (7/8/2014) malam.

SBY juga mengingatkan, sebulan yang lalu ia sudah menyampaikan andaikata dalam transisi nanti dirinya diminta oleh presiden terpilih untuk membantu dalam mempersiapkan pemerintahan yang akan datang agar terjadi satu kesinambungan, ia pun dengan senang hati akan melakukannya.

Masalahnya, lanjut Presiden SBY, sekarang ini MK masih bersidang dan belum memberikan putusan atas apa yang diadukan oleh pasangan Prabowo-Hatta. Oleh karena itu, Presiden SBY mengulangi seruan yang disampaikannya beberapa saat yang lalu, agar semua pihak harus bersabar terlebih dahulu.

Terkait dengan yang persiapan yang dilakukan oleh Jokowi, Presden SBY mengaku ia bisa mengerti sepenuhnya, karena setelah bertugas tentu akan langsung menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan kenegaraan.

Apalagi, lanjut SBY, satu bulan setelah presiden terpilih nanti mengucapkan sumpahnya di hadapan MPR-RI, maka akan segera mengikuti serangkaian pertemuan puncak pada tingkat internasional, mulai dari KTT ASEAN, ASEAN Plus, East Asian Summit, APEC, dan G-20.

“Ingat, selama ini peran Indonesia penting dan juga diakui oleh dunia. Jadi, Oktober presiden baru kita menyampaikan sumpahnya, satu bulan kemudian harus langsung terjun dalam kancah percaturan global,” tutur SBY seraya menegaskan, oleh karena itulah dalam konteks ini ia paham bahwa perlu persiapan yang baik bagi presiden terpilih.

SBY juga masih ingat ketika pada tahun 2004 dulu, tepatnya 4 Oktober 2004, ia dinyatakan sebagai presiden terpilih, ia tidak memiliki kesempatan, dan bahkan tidak memiliki akses untuk  melakukan sebuah persiapan sebelum memangku jabatan sebagai Presiden RI.

“Oleh karena itu, bagaimanapun apa yang dipikirkan oleh Jokowi itu tidak keliru. Saya juga mendukung langkah-langkah itu, karena tentu presiden baru itu ingin sukses nantinya,” tegas SBY.

Cuma sekali lagi, Presiden SBY meminta agar menunggu timing yang tepat. 

“Rasanya tidak baik dan tidak etis, ketika MK tengah bersidang belum mengambil putusan apapun, lantas saya misalnya, atau menteri-menteri di kabinet saya diminta untuk bersama-sama merencanakan masa transisi pemerintahan ini,” tegas SBY.