![]() |
| Herman HN |
BANDAR LAMPUNG - Kembali maju sebagai calon walikota petahana (incumbent), dalam kompetisi pemilihan walikota (Pilwakot) Bandar Lampung 2015, melalui jalur perseorangan (independent), dinilai langkah dan strategi politik cukup tepat dari Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN.
Penegasan itu diungkapkan analis politik Universitas Lampung (Unila), Yusdianto. Menurutnya, majunya orang nomor satu di Bandar Lampung, dalam kancah Pilwakot melalui jalur independent dinilai merupakan strategi politik dan sudah terencana.
"Mungkin saja langkah lewat jalur non partai yang diambil pak Herman HN sudah terencana dan terukur. Sehingga beliau yakin, meski tidak lewat perahu partai politik dapat memenangkan pertarungan," ungkap Yusdianto, Kamis (7/8/2014).
Salah satu pertimbangan mengapa calon incumbent ini menempuh jalur perseorangan dalam menjembatani menuju pilwakot 2015, sambung dia, dimungkinkan keberadaan partai politik (Parpol), sudah tidak mampu menyokong atau memberikan dukungan terhadapnya untuk mencalonkan kembali.
"Mungkin itu yang menjadi pertimbangan beliau, sehingga tidak memilih jalur parpol. Atau parpol sudah memiliki calon tersendiri," terangnya. Melihat reputasi beliau, didalam memimpin pemerintahan Kota Bandar Lampung dinnilai cukup sukses.
"Keputusan lewat independen adalah keputusan tepat," ujarnya, seperti dilansir kupastuntas.co. Dijelaskan, dalam peraturannya diperkenankan jika seseorang melalui jalur independen untuk menjadi kepala daerah.
"Apa lagi beliau sudah di kenal dekat dengan masyarakat Bandar Lampung," tandas Yusdianto.
Sementara, pandangan lain diungkapkan Ketua DPD II Partai Golkar Lampung, Heru Sambodo. Menurutnya, kendati didalam aturan dan perundang-undangan tidak mempermasalahkan maju melalui jalur independent. Namun begitu, tutur dia, akan lebih baik maju lewat perahu parpol.
"Itu pilihan politik, tapi akan lebih bagus lagi, jika lewat perahu partai, ketimbang jalur perseorangan. Karena calon akan di dukung penuh oleh partai pengusung," jelas dia.
