JAKARTA - Munculnya ekspektasi akan hasil Pilpres pada pekan depan, dapat diterima semua pihak, sehingga berlangsung dengan aman turut memberikan imbas positif. Tetapi, kenaikan tersebut masih dibayang-bayangi potensi pembalikan arah karena mulai adanya aksi-aksi profit taking, meski terbatas.
"Laju Rupiah masih dijauhi pelaku pasar seiring dengan terapresiasinya mata uang USD," ujar analis pasar Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Menurutnya, rupiah akan terus dijauhi setelah The Fed menyampaikan testimoninya bahwa akan tetap fokus menjaga ekonomi AS sehingga percepatan penarikan stimulus dapat sesegera mungkin dilakukan.
"Dari dalam negeri, sepertinya pelaku pasar valas masih menunggu keputusan final akan PilPres sehingga lebih memilih untuk menjauh dari pasar," tambahnya, seperti dilansir aktual.co.
Reza memprediksi laju Rupiah di bawah level support Rp11.715. Belum adanya sentimen positif yang dapat menggerakkan Rupiah membuat lajunya masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Sedangkan kurs tengah BI diprediksi akan berada di rentang Rp11.815-11.790.
"Laju Rupiah masih dijauhi pelaku pasar seiring dengan terapresiasinya mata uang USD," ujar analis pasar Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Menurutnya, rupiah akan terus dijauhi setelah The Fed menyampaikan testimoninya bahwa akan tetap fokus menjaga ekonomi AS sehingga percepatan penarikan stimulus dapat sesegera mungkin dilakukan.
"Dari dalam negeri, sepertinya pelaku pasar valas masih menunggu keputusan final akan PilPres sehingga lebih memilih untuk menjauh dari pasar," tambahnya, seperti dilansir aktual.co.
Reza memprediksi laju Rupiah di bawah level support Rp11.715. Belum adanya sentimen positif yang dapat menggerakkan Rupiah membuat lajunya masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Sedangkan kurs tengah BI diprediksi akan berada di rentang Rp11.815-11.790.
