Notification

×

Pengumuman Ditunda, Kans Incumbent KPU Lampung Menguat

04 July 2014 | 11:12 WIB Last Updated 2014-07-04T06:05:24Z

LAMPUNG - KPU pusat menunda jadual tahapan fit and proper test terhadap 10 nama calon komisioner KPU Lampung yang lolos seleksi. Bahkan, rencana penetapan dan pelantikan anggota KPUD Lampung terpilih periode 2014-2019, pada 4 Juli mendatang diundur setelah pelaksanaan pilpres 9 Juli mendatang.

Hal tersebut dibenarkan Ketua KPUD Lampung Nanang Trenggono, Kamis (3/7/2014). Dia mengatakan, untuk jadual tahapan fit and profertest yang dijadualkan mulai 2-3 Juli, dimundurkan setelah pelaksanaan pilpres.
"Ya, informasinya begitu, pelantikan anggota terpilih dilaksanakan nanti, usai pilpres. Karena bertepatan menghadapi pelaksanaan pilpres," paparnya.

Disinggung keikutsertaannya dalam pelaksanaan fit and proper tes, apakah optimis bakal kembali menjabat sebagai anggota lembaga penyelenggara pemilu. Menurut Nanang, dia selalu positif thinking. 

"Ya, kita ikuti saja tahapannya. Kalau optimis, ya pastilah," tukasnya.
Di sisi lain, setelah tim seleksi merekomendasikan 10 nama ke KPU pusat, peserta incumbent calon anggota KPUD Lampung memiliki kans besar menjabat kembali menjadi komisioner periode 2014-2019. 

Di antara kelima calon incumbent anggota KPUD Lampung, hanya Edwin Hanibal yang tidak masuk 10 besar. Sementara Nanang Trenggono, Firman Seponada, Sholihin dan Handy Mulyaningsih berpeluang besar kembali menduduki jabatan lembaga penyelenggara level provinsi tersebut.
Ketika dimintai komentarnya, beberapa petinggi partai politik menyatakan tidak mempermasalahkan jika kemudian incumbent terpilih kembali menjadi komisioner.
Sekretaris DPD Partai Hanura Lampung, Nuraini menyatakan, tidak mempermasalahkan sepanjang itu melalui proses mekanisme seleksi yang benar dan kredibel.
"Kalau penilaian saya pribadi sah-sah saja, jika calon incumbent kembali menjadi anggota KPUD Lampung," ungkap Nuraini.
Dia menilai, lolosnya para imcumbent dan berpeluang menjadi anggota KPUD, sebab incumbent menurutnya telah bekerja bersih. Hal itu bisa terlihat pada saat berlangsungnya pleno terbuka penetapan kursi legislatif maupun gubernur terpilih.
"Saya rasa mereka cukup bersih, soalnya dalam beberapa pleno terbuka, mereka (incumbent) secara transparan membuka seluruh data dan memberikan kesempatan kesemua peserta yang hadir untuk klarifikasi data, nah ini salahsatu buktinya," papar dia.

Sementara dari kubu Partai Demokrat Lampung, melalui Sekretarisnya, Fajrun Najah Ahmad menyatakan, di dalam penentuan dan penetapan siapa yang akan terpilih menjadi anggota KPUD Lampung lima tahun mendatang, merupakan kewenangan timsel sebagai panitia yang ditunjuk resmi oleh KPU pusat.

"Kita semua harus menghormati keputusan timsel dan tidak mendiskreditkannya. Apapun keputusannya, kita harus menghormatinya," ungkapnya.

Kendati dalam perjalananya, tutur Fajar sapaan akrab sekretaris DPD Demokrat Lampung ini, nantinya ada sejumlah incumbent yang terpilih lagi, semua harus menghormati dan menghargai hasil keputusan itu.

"Keputusan itu harus kita hormati, karena Timsel itu kan orang-orang terpilih, yang sudah teruji integritasnya. Jadi tidak bakal mereka meloloskan orang yang tidak kapabel dan kompeten," terangnya, seperti dilansir kupastuntas.co.

Untuk mengurusi sebuah lembaga penyelenggara pemilu apalagi level provinsi yang membawahi seluruh kabupaten/kota se-Lampung, lanjut Fajar, bukan hal yang mudah. Sebab, di dalam menetapkan peserta untuk menjadi anggota KPUD, tentunya timsel memiliki aturan dan pertimbangan. 

"Mereka kan sudah memiliki pertimbangan sendiri dalam memutuskan siapa yang layak atau tidaknya," pungkasnya.

Senada diungkapkan partai berlambang beringin Lampung, melalui Sekretaris DPD I Golkar Lampung, Ismet Roni mengatakan, dalam penetapan seleksi pemilihan anggota KPUD melalui proses dan tahapan panjang, termasuk mengikuti rangkaian tes. Dengan begitu kata dia, siapa pun yang ditetapkan sebagai komisioner nantinya, berarti mereka dinilai mampu oleh timsel.

"Ya, kita percayakan saja ke timsel, karena mereka yang mengetahui semuanya. Siapa pun nanti yang terpilih, berarti timsel menilai mereka pantas dan mampu direkomendasikan ke KPU pusat," papar Ismet.