BANDAR LAMPUNG - Untuk mengantisipasi rawannya tindak kriminalitas jelang arus mudik lebaran 1435 H. Polresta Bandar Lampung menerjunkan beberapa penembak jitu (sniper) di wilayah yang dinilai rentan terhadap aksi kejahatan.
Kasubbag Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Titin Maezunah mengatakan, pihaknya dalam rangka mengamankan arus mudik menjelang lebaran 1435 H serta arus balik, mengerahkan sekitar 600 personel yang dikerahkan pada H-7 hingga H+7 mendatang.
"Dari 600 personel, sebanyak 300 di antaranya ditempatkan di enam titik pos pengamanan (pospam) yakni lapangan Baruna Panjang, Tugu Raden Intan Rajabasa, Ramayana, Terminal Rajabasa, Bambu Kuning, Kota Karang dan wilayah Telukbetung lainnya," papar Titin, Minggu (13/7/2014).
Titin melanjutkan, personel akan ditempatkan dibeberapa pos pengamanan (pospam). Dimana, setiap pospam terdiri 10 personel, ditambah tim medis, Satpol PP dan Saka Bhayangkara.
"Untuk titik rawan tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya merata, seperti di Ramayana, Bambu Kuning, dan Terminal Rajabasa. Di sana keamanan akan ditingkatkan dan disiapkan Sniper atau penembak jitu," kata dia.
Setiap pospam, sambungnya, akan dilengkapi dengan mobil derek dan ambulans. Dijelasknnya, mobil derek tersebut disiagakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mobil macet di tengah jalan atau terjadinya kecelakaan yang bisa menghambat kelancaran lalu lintas.
Kasubbag Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Titin Maezunah mengatakan, pihaknya dalam rangka mengamankan arus mudik menjelang lebaran 1435 H serta arus balik, mengerahkan sekitar 600 personel yang dikerahkan pada H-7 hingga H+7 mendatang.
"Dari 600 personel, sebanyak 300 di antaranya ditempatkan di enam titik pos pengamanan (pospam) yakni lapangan Baruna Panjang, Tugu Raden Intan Rajabasa, Ramayana, Terminal Rajabasa, Bambu Kuning, Kota Karang dan wilayah Telukbetung lainnya," papar Titin, Minggu (13/7/2014).
Titin melanjutkan, personel akan ditempatkan dibeberapa pos pengamanan (pospam). Dimana, setiap pospam terdiri 10 personel, ditambah tim medis, Satpol PP dan Saka Bhayangkara.
"Untuk titik rawan tindak kriminalitas dan gangguan keamanan lainnya merata, seperti di Ramayana, Bambu Kuning, dan Terminal Rajabasa. Di sana keamanan akan ditingkatkan dan disiapkan Sniper atau penembak jitu," kata dia.
Setiap pospam, sambungnya, akan dilengkapi dengan mobil derek dan ambulans. Dijelasknnya, mobil derek tersebut disiagakan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mobil macet di tengah jalan atau terjadinya kecelakaan yang bisa menghambat kelancaran lalu lintas.
Sedangkan ambulans disiapkan jika ada pemudik yang butuh pertolongan medis dan harus segera dibawa ke rumah sakit.
"Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Perhubungan kota maupun provinsi serta Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran," jelas Titin.
Meskipun pengamanan diperketat, tambahnya, ia menghimbau kepada masyarakat atau pemudik saat berada di perjalanan agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap peluang kejahatan dan gangguan keamanan lainnya. (Kt)
"Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Perhubungan kota maupun provinsi serta Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran," jelas Titin.
Meskipun pengamanan diperketat, tambahnya, ia menghimbau kepada masyarakat atau pemudik saat berada di perjalanan agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap peluang kejahatan dan gangguan keamanan lainnya. (Kt)
