Notification

×

Jelang Lengser, SBY Ingin Selesaikan Masalah Listrik

14 July 2014 | 17:42 WIB Last Updated 2014-07-14T13:17:15Z

JAKARTA - Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Ekonomi) menyatakan, permasalahan pengelolaan listrik masuk dalam program 100 hari terakhir Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, permasalah listrik yang bakal dikebut penuntasannya bukan hanya soal proyek pembangunan pembangkit listrik. Namun permasalahan listrik mulai dari pemenuhan kebutuhan listrik nasional.

"Listrik itu kita tidak bicara soal proyek, tetapi bicara tentang keseluruhan. Bukan cuma untuk 100 hari sekarang. Namun kalau tidak kita kerjakan dalam 100 hari ke depan, maka permasalahannya bakal menjadi permasalahan pemerintah yang akan datang. Presiden sangat konsen sekali. Jangan sampai ada PR yang menjadi beban pada pemerintahan mendatang," ujar Chairul di Jakarta, Senin (14/7/2014).

CT menambahkan, permasalahan makro Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga masuk dalam program 100 hari terakhir Pemerintahan SBY, seperti dilansir iyaa.com.

Salah satu yang mesti dituntaskan adalah penunjukan Ketua SKK Migas. Saat ini tugas SKK Migas dilimpahkan pada Johannes Winarko. Sebab Ketua SKK Migas sebelumnya, Rudi Rubiandini telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena menerima suap dari Artha Meris Simbolon. 

Suap itu diberikan agar Rudi merekomendasikan persetujuan untuk menurunkan formula harga gas PT KPI kepada Kementerian Energi Sumber Daya Energi dan Mineral.