Notification

×

Curanmor di Lampung Masih Menggila, Sehari 3 Motor Hilang

03 July 2014 | 09:42 WIB Last Updated 2014-07-03T02:45:48Z

LAMPUNG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lampung belum hilang. Kendati telah banyak pelaku yang ditangkap, namun kasus pencurian kendaraan bermotor di Lampung masih tetap marak. Bahkan, dalam satu hari bisa tiga hingga empat motor dibawa kabur pencuri.

Seperti pada Rabu (2/7/2014) misalnya. Tiga kasus pencurian sepeda motor dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung. Para pelaku berhasil membawa kabur motor milik korban dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T.

Peristiwa curanmor terjadi di Rumah Makan Mie Ayam Koga di Jl Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung, sekitar pukul 11.00 WIB. Dua pelaku membawa senjata api berhasil membawa lari motor Yamaha Vixion warna merah plat nomor BE 4298 AD milik korban Dedi Gunawan yang yang tengah diparkir.

Selanjutnya di kediaman Welly Syarif Hidayat (44), PNS warga  Jl Keramat Gg. Cendana, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung, sekitar pukul 04.30 WIB. Pelaku berhasil membawa motor Honda Beat plat nomor BE 3738 CR yang diparkir di garasi rumah, pelaku sebelumnya terlebih dulu merusak kunci gembok pagar.

Sedangkan di Butik Robbani di Jl. Z.A. Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung pelaku berhasil mencuri satu unit motor Honda Scopy plat nomor BE 9491 BD milik seorang pengunjung butik bernama Ike Ate Yuviska (28) warga Jl. Imam Bonjol Gang Damai, Bandarlampung, sekitar pukul 09.45 WIB.

Joni Sutrisno (14),  juru parkir di dekat Warung Mie Koga, mengatakan kedua pelaku datang menggunakan motor Honda Beat warna Biru. Sebelum mengambil motor korban yang sedang diparkir di Mie Koga, keduanya menghampiri dirinya dan bertanya di mana tempat orang yang jual onde-onde.

Karena Joni tidak tahu tempat  penjual onde-onde, lalu salah satu pelaku turun dari motor dan pergi. Salah satu pelaku lagi menunggu di atas motor dengan mengajak Joni mengobrol.

“Baru sekitar lima menit, saya melihat satu pelaku yang turun dan pergi tadi, sedang mendorong motor Yamaha Vixion milik korban yang diparkir di Mie Koga. Satu pelaku lagi yang menunggu di atas motor dan mengajak ngobrol, saya melihat jelas pelaku ini membawa senjata api yang diselipkan pinggangnya. Saya mau teriak tetapi takut ditembak,” kata Joni kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian.

Setelah kedua pelaku membawa kabur motor tersebut, sekitar setengah jam dari kejadian, dirinya baru memberitahu pemilik kendaraan yang sedang berada di dalam RM Mie Koga.

“Saya tidak langsung memberi tahu karena saya masih takut, gemetaran bawaanya dan bingung harus bagaimana. Setelah saya kasih tahu dengan pemiliknya, lalu dia melaporkan ke polisi,” jelas Joni, seperti dilansir teraslampung.com.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan Tim Inafis Polresta Bandar Lampung sudah mendatangi ketiga lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi.

“Dari hasil olah TKP disimpulkan para pelaku mengambil motor milik korban dengan merusak tempat kunci kontak menggunakan kunci letter T. Apakah dari ketiga tempat itu dilakukan olah pelaku yang sama, kami belum dapat memastikan,” kata Dery melalui ponselnya.

Dery juga menghimbau, kepada masyarakat agar tidak sembarangan memarkir sepeda motornya dan memakai kunci ganda agar lebih aman. “Pada saat bulan Ramadan  hingga menjelang Idul Fitri nanti biasanya pencurian kendaraan bermotor meningkat,” kata dia.