LAMPUNG SELATAN - Arus balik lebaran menjadi berkah bagi para pedagang oleh-oleh di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Bahkan di sepanjang jalan dari Desa Bakauheni hingga ke Pelabuhan Bakauheni terlihat ratusan pedagang musiman. Rata-rata ratusan pedagang musiman tersebut membuat semacam warung dadakan terbuat dari bambu dengan atap seadanya.
Dari pantauan lampungonline.com para pedagang sebagian besar menjajakan oleh-oleh khas Lampung diantaranya keripik pisang, kemplang ikan, kopi bubuk serta makanan dan minuman ringan bagi para pemudik.
Salah seorang pedagang musiman bernama Ahmad (35) mengaku dirinya sudah hampir empat kali lebaran ini berjualan setiap arus balik lebaran. Sehari-hari dirinya mengaku berjualan di warung miliknya di Dusun Siring Itik, Bakauheni dan setiap arus balik ia berjualan oleh-oleh khas Lampung di pinggir jalan.
“Mumpung arus balik, banyak yang sebelum naik ke kapal menyempatkan diri membeli oleh-oleh, minuman sambil beristirahat sejenak di pinggir jalan," ungkap Ahmad, Rabu (30/7/2014) .
Hingga hari ini Ahmad dan para pedagang lainnya mencoba peruntungan dengan berjualan. Mereka berharap dengan semakin banyaknya pemudik yang akan kembali membuat penghasilan mereka meningkat tajam.
Pedagang lainnya bernama Udin malah ingin arus balik ini ada antrian kendaraan, karena dengan adanya antrean kendaraan di pintu masuk pelabuhan seperti saat ini, penghasilannya meningkat hingga 150 persen dari kondisi normal.
"Biasanya dagangan saya khususnya kemplang yang saya jual hanya bisa habis 5-10 ikat. Sekarang bisa sampai 20 ikat," ungkapnya.
Meningkatnya omset penjualannya, membuat hasil keuntungan yang bisa ia kantongi pun semakin tebal. Sedikitnya, menurut dia, selama arus mudik di Bakauheni bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp 200 ribu perhari. Ia berharap dengan adanya arus balik ini maka pendapatannya lebih meningkat lagi.
Lain halnya dengan Rini, pedagang kopi dan rokok di bawah Menara Siger Bakauheni. Dalam satu hari pada saat antrean seperti sekarang ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 150 ribu setiap harinya. Padahal dalam kondisi normal ia hanya mendapatkan penghasilan Rp 75 ribu perhari. Ia mengaku ikut kakaknya yang berjualan oleh-oleh. Sementara dirinya berjualan kopi dan rokok selama arus balik ini. (Henk Widi)
