Notification

×

Tak Dapat Jatah CPNSD, Pemkot Bandar Lampung Legowo

30 June 2014 | 04:35 WIB Last Updated 2016-05-14T01:18:37Z
Herman HN

BANDAR LAMPUNG -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengaku legowo terkait tidak kebagiannya kuota formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di tahun 2014, yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Ya kita enggak dapat (formasi). Saya rasa untuk tahun 2014 ini memang kita enggak dapat, kita legowo saja. Mudah-mudahan formasi tahun 2015 nanti kita dapat," kata Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, saat ditemui usai pantauan Terminal Induk Rajabasa, Minggu (29/6/2014).

Dia juga mengaku sangat menyayangkan hal tersebut, dikarenakan banyak PNS tenaga teknis yang masih dianggap kurang di kota Bandar Lampung.

Menurutnya, Pemkot membutuhkan PNS sebanyak 1.593, untuk tahun 2014 ini lebih dititikberatkan kepada tenaga dokter, perawat, bidan, dan guru.
 
"Dokter, perawat, bidan dan guru ini kan masih sangat kurang, ya kalau pusat tidak perduli ya tidak apa-apa," ungkapnya.

Ia pun tidak mau mempermasalahkan lebih lanjut. Karena jika Pemkot ngotot untuk mengurus kuota CPNS ini, berdampak kepada anggapan negatif masyarakat.

"Nanti kalau kita ngotot disangkanya ada apa-apa, ditakutkan nanti kami bisa ngebantu sipil yang ingin masuk PNS, padahal kan enggak," kata dia

Herman juga menghimbau kepada seluruh warga Lampung yang nantinya mengikuti tes agar tidak percaya dengan calo-calo yang memanfaatkan situasi.

"Ya kita kan sekarang ini enggak bisa lagi mengangkat jadi pegawai negeri. Apalagi kan sejak tahun 2010 lalu, hal seperti ini sudah diawasi oleh KPK, jadi enggak bisa," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota BandarLampung M. Umar mengatakan, kebutuhan formasi PNS sebanyak 1.593 untuk tahun 2014 ini berdasarkan analisis jabatan dan analisis kebutuhan aparatur. Sehingga atas dasar tersebut, pihaknya mengajukan kebutuhan CPNSD ke pemerintah pusat.

Dan saat ini Pemkot memiliki 11.830 PNS yang terdiri dari 4278 PNS pria dan 7552 PNS wanita.

"Namun hal itu masih kurang, dikarenakan adanya pemekaran atau penambahan jumlah kecamatan dan kelurahan. Serta bertambahnya Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poskeskel," kata Umar. (kt)