Notification

×

Janji Alay Palsu, Pembangunan Pasar Tugu Ditunda

30 June 2014 | 04:47 WIB Last Updated 2016-05-14T01:18:37Z

BANDAR LAMPUNG -
PT Prabu Artha kembali memberikan janji palsu kepada warga Bandar Lampung. Pihak pengembang tersebut kembali memolorkan tenggat waktu renovasi pembangunan Pasar Tugu.

Direktur PT Prabu Artha Ferry Soelistyo alias Alay dinilai tidak konsisten, karena jadwal untuk melanjutkan pembangunan pada 30 Juni 2014 pun kembali di tundanya menjadi tanggal 12 Juli 2014.

Alasan Alay pun sepertinya tak masuk akal atas penundaan tersebut. Yaitu berkaitan dengan pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang. Sehingga ia pun memberikan waktu terlebih dahulu kepada para pekerja untuk menggunakan hak pilihnya.

"Ya nggak jadi besok (hari ini). Karena kan mau Pilpres 9 Juli nanti. Makanya kita tunda dulu, saya kasih waktu kepada tukang-tukang ini untuk nyoblos. Baru setelah selesai kita lanjutkan pembangunan Pasar Tugu ini," kata Alay, saat dihubungi melalui telepon, Minggu (29/6/2014).

Ia pun menegaskan, masih memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan renovasi tersebut dan siap untuk melanjutkan kembali seusai Pilpres.

"Nanti sekitar tanggal 12 Juli lah kita lanjutkan lagi. Pasti, pasti saya lanjutkan setelah Pilpres ini. Saya tanggungjawab kok atas kelanjutan pembangunan pasar," tegas pria keturunan Thionghoa ini.

Alay memang sering ingkar janji kepada pedagang dalam pelaksanaan pembangunan, sebelumnya pun berjanji akan melanjutkan pembangunan pasar tugu pada 8 Februari 2014 lalu, namun hanya sampai pada penyedotan air di basement dan pasang kerangka atap saja, setelah itu pengerjaan pun kembali mangkrak.

Selanjutnya, pada bulan April pun Alay berwacana untuk melanjutkan kembali pembangunan pada tanggal 30 Juni 2014.

Sementara itu berdasarkan pantauan, memang tidak ada tanda-tanda akan dilanjutkan pembangunan seperti masuknya bahan-bahan material ke dalam area pasar. Begitu pun dengan para pekerja, tak satu pun terlihat.

Bahkan, menurut penuturan pedagang, kurang lebih dua bulan pembangunan salah satu pasar tradisional di Bandar Lampung ini terhenti.

"Ya mas sudah nggak ada lagi yang kerja, sekitar dua bulan lah. Sebelumnya memang ada penyedotan air di basement dan pasang atap, tapi itu pun nggak sampai selesai. Setelah itu nggak ada kegiatan lagi sampai sekarang," ujar Dede, pedagang alat-alat rumah tangga ini.

Hal senada diungkapkan oleh Dewi pedagang pakaian, ia pun mengaku tak pernah melihat lagi adanya tukang yang bekerja di wilayah pembangunan gedung baru tersebut.

"Sudah lama berenti (pembangunan). Ya Alhamdulillah kalau memang mau dilanjutin lagi, kemarin yang saya baca di koran mau dilanjutin akhir Juni ini. Karena sudah dua tahun nggak selesai-selesai," tandasnya. (kt)