Notification

×

Debat Cawapres, Ada Bumerang di Impor Minyak

29 June 2014 | 22:24 WIB Last Updated 2016-01-04T04:46:36Z

JAKARTA - Debat calon wakil presiden mulai memanas ketika kedua kandidat diberi kesempatan untuk bertanya-jawab dan saling menanggapi, Minggu (29/6) malam.

Baik Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla saling menyinggung peran masing-masing ketika masih di pemerintahan.

Berikut beberapa petikannya:

Kalla: Pak Prabowo selalu mengatakan ada kebocoran luar biasa. Apa yang anda ketahui itu selama di pemerintahan? Dan karena korupsi dilakukan penyelenggraa negara, apakah penyelenggara negara sebegitu jeleknya sehingga banyak kebocoran?

Hatta: terimakasih Pak Jusuf Kalla, pertanyaannya cukup bagus. Bapak Prabowo Subianto, capres kami, tidak mengatakan kebocoran Rp1000 triliun bersumber dari APBN. Apakah mungkin, kalau APBN kita Rp1.800 triliun? Yang beliau maksud itu potensial loss. Misalnya apabila kita hanya pandai menjual barang mentah saja, tidak akan ada added value. Atau kita menjual gas yang harganya terlalu murah dan tidak ada renegosiasi. Itulah potential loss. Jadi tidak betul kalau Rp1000 triliun itu kebocoran APBN.
 
Kalla: Kalau kebocoran itu tercermin di KPK, apakah itu karena mafia daging, mafia gula, penyelesaiannya bagaimana? Apa usaha anda menyelesaikan itu apabila diberi mandat?

Hatta: Apa pun yang namanya mafia, entah mafia hukum, mafia minyak, itu tindak kejahatan. Kami akan serahkan ke penegak hukum, dan KPK akan bertindak. Pak JK kan kan bagian dari pemerintahan di ring satu (2004-2009), mengapa kita impor minyak? Kenapa produksi 1.000 barel (per hari) turun ke 900 barel? Itu kan di jaman Pak JK? Saya setuju bahwa kita harus perbaiki tata kelola pemerintahan kita, good governance, transparansi dan accountable.