Notification

×

Zuriah Kesultanan Palembang Darussalam Kumpul di Ternate

15 May 2014 | 08:36 WIB Last Updated 2014-05-15T01:36:52Z
Ir. Raden Mamud Badaruddin, dinobatkan menjadi Sultan Palembang Darussalam pada 19 November 2006, dengar gelar Raden Rachmad Mas Agus Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. (ist)

SUMATERA SELATAN - Zuriat atau zuriah/keturunan dari Kesultanan Palembang Darussalam yang selama ini terpisah-pisah di kepulauan Maluku, Rabu (14/5/2014) malam berkumpul di Ternate dengan difasilitasi Wali Kota Palembang Romi Herton.

"Kami sangat berterima kasih kepada wali kota dan seluruh jajaran Pemkot Palembang yang memfasilitasi silaturahmi yang baru yang pertama kali ini," kata Raden Rachmad Mas Agus, di Ternate.

Dia menjelaskan, saat ini baru sedikit yang berkumpul karena Maluku Utara merupakan daerah kepulauan yang zuriat-nya tersebar. Namun, pihaknya sangat mengapresiasi Pemkot Palembang telah menghimpun zuriat kesultanan yang selama ini tidak saling kenal.

Pertemuan ini, tambah Rachmad, berhasil meningkatkan silaturahmi zuriat Kesultanan Palembang Darussalam.

"Kami keturunan, Susuhunan Mahmud Badaruddin II yang dibuang Belanda tahun 1821 ke Ternate dan selama ini banyak belum saling mengenal," katanya, seperti dilansir iyaa.com.

Sementara Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan mendatangi langsung keturunan Susuhunan Mahmud Badaruddin II menjadi salah satu proses menggali sejarah Kesultanan Palembang Darussalam yang benar.

"Kegiatan ini, rangkaian dari memperingati hari jadi Kota Palembang ke 1.331 tahun," katanya.

Dia menambahkan, bangsa yang besar adalah yang tidak pernah meninggalkan sejarah. Karena itu, pihaknya menghimpun kembali zuriat pahlawan nasional dengan bersilaturahmi di Ternate yang menjadi tempat pembuangan pemimpin Kesultanan Palembang Darussalam tersebut. 

Para Sultan yang memimpin Kesultanan Palembang Darussalam sebagai berikut :
  1. Pangeran Ario Kesumo  (sultan pertama), dia bergelar Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayyidul Iman, yang memerintah dari tahun 1659 – 1706 M.
  2. Anak sultan pertama dari Ratu Agung (sultan kedua), dengan gelar Sultan Muhammad Mansur Jayo Ing Lago 1706 – 1714 M.
  3. Raden Abubakar, menjadi Pangeran Ratu Purboyo (tewas).
  4. Raden Uju, dinobatkan (sultan ketiga), dengan gelar Sultan Agung Komaruddin Sri Truno 1714 – 1724 M.
  5. Pangeran Jayo Wikramo (sultan keempat), dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wirokramo, memerintah dari tahun 1724 – 1758 M.
  6. Pangeran Adikesumo, (sultan kelima), dengan gelar, dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin I, memerintah dari tahun 1758 – 1776 M.
  7. Putera Sultan Ahmad Najamuddin I (sultan keenam),  dengan gelar Sultan Muhammad Bahaudin, memerintah dari tahun 1776 – 1803 M.
  8. Raden Hasan Pangeran Ratu (sultan ketujuh), dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin II,  memerintah dari tahun 1803 – 1821 M.
  9. Pangeran Adipati dengan gelar Sultan Mudo, dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin II (Susuhunan Husin Dhiauddin), memerintah dari tahun 1812 – 1813.
  10. Pada tahun 1813, Sultan Mahmud Badaruddin II kembali ke Palembang, memegang tampuk pemerintahan Kesultanan tahun 1813 – 1821 M.
  11. Sultan Mahmud Badaruddin II menobatkan putera sulungnya menjadi raja dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu,  memerintah tahun 1819 – 1821 M , kemudian Sultan Mahmud Badaruddin bergelar Susuhunan.
  12. Raden Ahmad (sultan kesembilan), dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom memerintah tahun 1821 – 1823 M.
  13. Ir. Raden Mamud Badaruddin, dinobatkan menjadi Sultan Palembang Darussalam pada tanggal 19 November 2006, dengar gelar Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.