![]() |
| Skuad PSBL Lampung saat ini. (ist) |
LAMPUNG - Tim sepakbola Lampung, PSBL terancam kandas untuk mengikuti putaran menuju 24 besar nasional yang akan digelar 24 Mei mendatang. “PSBL kesulitan dalam penyediaan mess dan katering pemain, biaya sewa lapangan dan tentunya gaji pemain yang sudah memasuki bulan kedua,” ujar Manajer Adolf Ayatullah Indrajaya Kamis (15/5/2014) malam.
Diterangkan Bung Dolop –sapaan manajer- idealnya PSBL harus sudah menggelar TC selama dua minggu jelang partai away tersebut. “Pemasukan dana PSBL selama musim kompetisi 2014 hanya dari donatur, saweran suporter dan sponsor-sponsor yang nilainya sekira Rp30 juta. Sementara pengeluaran untuk putaran pertama sudah mencapai Rp250 juta,” jelas dia.
![]() |
| Dukungan dan Imbauan Ketua DPRD Marwan Cik Asan untuk PSBL Lampung |
PSBL masih menunggu dukungan dari pemerintah daerah dan pihak sponsor. “Kami memahami bahwa waktu persiapan PSBL sedemikian mepet karena terganggu proses verifikasi klub pasca dualisme liga. Juga karena awal April ada Pemilu dan Pilgub di Lampung. Semoga dalam satu-dua hari ini ada titik-terang karena partai away tentu memerlukan dana yang jauh lebih besar,” demikian dipaparkan Dolop, seperti dilansir lampung-news.com.
Seperti diketahui, PSBL hanya memerlukan satu kemenangan untuk memastikan posisi di 24 besar nasional. Meraih poin sama dengan Cilegon United FC, skuad besutan Halilintar Gunawan tersebut menjadi salah satu tim yang diunggulkan karena dihuni mayoritas eks pemain Lampung FC yang musim kemarin berhasil keluar sebagai runner-up Divisi Utama LPIS.
Kencleng-keliling
Bala Sakai Sambayan (BSS), suporter sepakbola Lampung tak tinggal diam melihat klub kesayangannya dalam persoalan pelik. Semenjak Jumat (9/5/2014) pekan kemarin, BSS secara sporadis bergerak keliling kantung-kantung perekonomian di Bandarlampung untuk mengutip dukungan masyarakat.
“Hingga Kamis tadi malam, pendapatan kencleng-keliling sudah mencapai hampir Rp3,5 juta. Dua hari terakhir pendapatan kencleng bertambah cukup signifikan karena melampirkan nota dukungan dari Ketua DPRD Lampung Pak Marwan Cik Asan,” ujar Koordinator Kencleng-keliling, Apriyadi.
![]() |
| Bala Sakai Sambayan (BSS), suporter sepakbola Lampung secara sporadis bergerak keliling kantung-kantung perekonomian di Bandarlampung untuk mengutip dukungan masyarakat. (ist) |
Apri melaporkan, per Kamis (8/5/2014) BSS langsung mengalokasikan dana kencleng untuk membiayai katering pemain yang secara bertahap mulai berdatangan di Bandarlampung. “PSBL adalah harga diri sepakbola Lampung hari ini. Suporter tidak ingin PSBL berakhir tragis karena persoalan dana dan minim dukungan dari pemerintah dan sponsor,” ujar Apri.
Manajer PSBL yang secara rutin dilapori oleh BSS terkait perolehan dan pengalokasian dana kencleng memberi apresiasi yang sangat tinggi. “Sebelum ada dana pemerintah dan swasta, masyarakat Lampung melalui donasi dan kencleng sudah membuktikan bahwa kita sudah rindu dengan prestasi dan prestise sepakbola di Lampung,” ujarnya.


