KALIMANTAN TENGAH - Empat pelaku perampokan nasabah bank dengan modus memecah kaca mobil di Kalimantan Tengah (Kalteng) dilumpuhkan oleh polisi dengan menembak tepat di bagian kaki pelaku kejahatan tersebut.
Empat perampok bernama Beni Irawan, Hartoni, Andi Sudirman, dan Yazid, diberi hadiah timah panas karena berusaha kabur setelah ditangkap. Aksi komplotan itu sudah cukup lama meresahkan masyarakat Kalteng.
"Mereka ditangkap di lokasi berbeda," kata Kapolres Palangka Raya, AKBP Hendra Rochmawan SIK HM melalui Kasat Reskrim AKP M Ali Akbar SIK di Palangka Raya, Jumat (16/5/2014).
Awalnya, polisi menangkap Yazid di Desa Pelantaran, Kecamatan Cembaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Yazid ditangkap polisi saat menumpang taksi ketika mengadakan perjalanan ke Sampit, ibukota Kabupaten Kotim.
Tidak begitu lama, berhasil ditangkap lagi tiga kawanan lainnya, Beni Irawan, Hartoni, dan Andi Sudirman. Ketiga pelaku ini ditangkap ditempat berbeda di Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Keempat pelaku perampokan itu dipertemukan langsung. Dari hasil keterangan mereka masih ada dua lagi teman satu komplotan asal Lampung. Keempat pelaku itu disuruh menunjukkan dua teman mereka yang dikatakan tersebut.
Rupanya kesempatan itu dipergunakan untuk kawanan perampok bank itu untuk kabur. Melihat kondisi tersebut, polisi tidak tinggal diam, sehingga keempatnya langsung dihadiahi timah panas di kedua kaki mereka.
Pada Kamis (15/5/2014) malam dari Pangkalan Bun pelaku perampokan itu langsung dibawa ke Palangka Raya. Pada Jumat pagi sempat singgah sejenak di Rumah Sakit Bhayangkara jalan A Yani Palangka Raya untuk diberi pengobatan dibekas luka tembak di kaki.
Kapolres Palangka Raya, AKBP Hendra Rochmawan SIK HM melalui Kasat Reskrim AKP M Ali Akbar SIK mengatakan, penangkapan empat pelaku perampok bank itu tidak terlepas dari kerja sama tim gabungan Polda Kalteng, Polres Palangka Raya, dan Polsek Pahandut. Setelah mengenali ciri-ciri pelaku dari rekaman kamera CCTV, tim gabungan segera bergerak melakukan pengejaran.
Dikatakan, semua pelaku itu berasal dari Propinsi Lampung (Kelompok Lampung red). Modus mereka, menguntuit korban yang hendak mengambil uang di bank, sejak berangkat ke bank hingga pulang dari bank, seperti dilansir suarapembaruan.com.
Pada saat ada kesempatan yang tepat, pelaku beraksi dengan cara memecah kaca mobil. Polisi menyita tiga unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi serta uang Rp 30 juta, buku tabungan, kartu antrean bank, dan satu unit telepon seluler. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dua pelaku lainnya.
Penangkapan mereka bisa cepat dilakukan, sebab aksi kejahatan dengan memecah kaca mobil yang dilakukan oleh perampok berhasil terekam kamera CCTV itu di halaman Kantor Bandar Udara (Bandara) Cilik Riwut, Jalan Adonis Samad Palangka Raya. Korban perampokan, Drs Hernald dalam laporannya kepada polisi, dia baru saja ambil uang dari Bank Pembangunan Kalteng (BPK) Rp 170 juta. Pegawai Bandara tersebut mengatakan, uang itu rencananya sebagai persiapan untuk membayar gaji pegawai lapangan.
Pelaku beraksi dengan cara memecah kaca bagian samping kiri mobil Chevrolet milik korban yang parkir di halaman kantor. Uang dalam kantong kresek yang ditaruh di jok kiri samping sopir, dibawa pelaku kabur. Aksi perampokan itu yang terekam oleh kamera CCTV di kantor tersebut.
