LAMPUNG - Aparat Direktorat Narkoba Polda Lampung mengamankan narkoba senilai Rp 17 juta dari tangan Distra (31) yang ditangkap pada pukul 09.00 WIB, Kamis (8/5/2014). Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat, jika di rumah kontrakan tersebut kerap terjadi transaksi narkoba.
"Tersangka ditangkap di rumah kontrakannya Jl Mandiri, Kelurahan Rajabasa Raya, belakang Lapas Rajabasa kelas I A," kata Kasubdit III Direktorat Narkoba Polda Lampung AKBP Zulfikar di Bandar Lampung, Kamis.
Menurut dia, tim sudah mengintai pergerakan tersangka sejak tiga hari lalu, pada saat dilakukan penggerebekan di kontrakan tersangka. Ditemukan, paket ganja sebanyak lima kilogram, sabu setengah kantong dan ineks 10 butir dengan nilai kurang lebih Rp 17 juta.
Tersangka ditangkap saat sedang mengemas paket kecil daun ganja dari harga Rp25 ribu sampai Rp100 ribu, dan juga sedang mengemas paket sabu-sabu seharga Rp250 ribu. Distra ditangkap bersama dengan istri keduanya yakni Cahyani (29) yang diduga turut membantu mengemas dan mengedarkan narkoba.
Berdasarkan pengakuan tersangka, narkoba itu didapat dari Sugeng yang merupakan warga binaan di Lapas Narkotika Way Huwi. Setiap melakukan transaksi, Sugeng selalu menggunakan kurir.
"Tersangka ini selalu mendapatkan narkoba dari kurir Sugeng dan berhubungan melalui telepon genggam," kata AKBP Zulfikar. Berdasarkan pengakuannya, tersangka sudah tujuh bulan menggeluti usaha narkoba ini dan telah empat kali mengambil barang melalui Sugeng.
Atas perbuatannya, tersangka akan disangkakan dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat 1 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara.
Sementara itu, Distra mengaku mendapatkan narkoba dari rekannya Sugeng yang sedang menjalani hukuman di Lapas Narkoba Way Huwi.
"Saya dapat ini semua melalui Sugeng yang dikenal di Terminal Rajabasa, sebelum dia (Sugeng.red) masuk penjara," kata dia. Tersangka mengaku sudah berjualan narkoba ini sejak tujuh bulan terakhir, sehari-hari mempunyai usaha jual ikan tawar tapi sedang sulit penjualannya.
