![]() |
| ilustrasi |
METRO - Akibat
membeli gula pasir dalam kemasan karung, Nana alias Denok, warga Jalan
Tengger RT 34 RW O9, Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, Kota Metro,
mengaku rugi sekira Rp 1 jutaan.
Pasalnya,
sebagian besar kemasan tersebut isinya pasir. Hal tersebut dialami
Nana, pada Sabtu (19/4/2014) lalu, saat ia membeli tiga karung gula
pasir dari seseorang pengendara sepeda motor.
Kepada Nana, si penjual menawarkan gula pasir tersebut seharga Rp 425 ribu per sak isi 50 kg. Si penjual mengatakan gula tersebut merupakan sisa dari salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak terbagikan ke masyarakat.
Setelah terjadi penawaran, akhirnya gula pasir tersebut disepakati dengan harga Rp 400 ribu per sak. Kemudian, Minggu (20/4/2014), Nana membawa 1 karung gula pasir ke Pasar Metro dengan tujuan untuk dijual eceran.
Kepada Nana, si penjual menawarkan gula pasir tersebut seharga Rp 425 ribu per sak isi 50 kg. Si penjual mengatakan gula tersebut merupakan sisa dari salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang tidak terbagikan ke masyarakat.
Setelah terjadi penawaran, akhirnya gula pasir tersebut disepakati dengan harga Rp 400 ribu per sak. Kemudian, Minggu (20/4/2014), Nana membawa 1 karung gula pasir ke Pasar Metro dengan tujuan untuk dijual eceran.
Ketika
karung dibuka, isi di bagian atas dan bawah adalah gula pasir, tetapi
di bagian tengahnya terdapat bungkusan berisi pasir.
Mengetahui kenyataan itu, Nana menghubungi ibunya agar mengecek dua karung gula yang ada di warung rumahnya. Setelah dicek, ternyata dua karung gula yang ada di rumah juga bercampur pasir. Setelah ditimbang, dalam satu karung gulanya hanya 8 kg sedangkan sisanya pasir.
Mengetahui kenyataan itu, Nana menghubungi ibunya agar mengecek dua karung gula yang ada di warung rumahnya. Setelah dicek, ternyata dua karung gula yang ada di rumah juga bercampur pasir. Setelah ditimbang, dalam satu karung gulanya hanya 8 kg sedangkan sisanya pasir.
"Beberapa
waktu lalu saya pernah beli dengan orang yang sama. Tapi tidak
bercampur pasir. Karenanya, ketika ditawari kembali saya mau beli lagi,
ternyata, saya ditipu," kata Ny.Hartono, ibu Nana, seperti dilansir lampost.co.
Atas
kejadian itu, Nana mengalami kerugian Rp1,2 juta. "Semoga, tidak ada
orang lain lagi yang tertipu seperti kami," ujar ibu Nana.
