Notification

×

Tol Trans Sumatera Pakai Lahan Tebu Milik BUMN

14 March 2014 | 18:28 WIB Last Updated 2014-03-14T11:28:52Z

JAKARTA - Rencana pembangunan ruas tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh akan memakai lahan perkebunan milik perusahaan pelat merah. Akuisisi dan penggunaan lahan BUMN dilakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan. 

Salah satu BUMN yang akan dipakai lahannya adalah milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Sumatera Utara. BUMN perkebunan ini harus merelakan tanahnya untuk dipakai untuk ruas tol Medan-Binjai. Ruas ini merupakan bagian dari tol trans Sumatera sepanjang 2.771 kilometer (km).

"Ruas Medan-Binjai banyak lewati perkebunan kita. Kalau Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi, lahan kita sedikit yang kena. Di sana banyak lahan PTPN III dan IV," kata Corporate Secretary PTPN II Suharto, Kamis (13/3/2014).

Ruas Medan-Binjai sepanjang 16,8 km merupakan salah satu ruas prioritas pembangunan proyek tol trans Sumatera tahap awal. Suharto menjelaskan lahan yang akan digunakan tersebut kebanyakan ditanami tanaman tebu.

"Tanaman yang kita biasa tanam adalah kelapa sawit, tembakau, karet, dan tebu. Kalau yang jalan tol Medan-Binjau kebanyakan lahan tebu," jelas Suharto.

Ia belum bisa merinci berapa besar lahan yang akan diambil untuk pembangunan ruas tol Medan-Binjai. Pasalnya proses pembebasan lahan masih berjalan. 

"Itu ada pertemuan dengan pemda," jelasnya, seperti dilansir detik.com.

Suharto menuturkan, lokasi perkebunan PTPN II tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Papua. Untuk wilayah Sumatera Utara, PTPN memiliki lahan seluas 90.000 hektar. Suharto menjelaskan, tidak ada dampak penurunan kualitas tanaman tebu jika lahannya jadi dilewati ruas tol Medan-Binjai.