Notification

×

Mayat Bertato di Jakarta Itu Shella Warga Lampung

14 March 2014 | 18:35 WIB Last Updated 2014-03-14T11:35:36Z

JAKARTA - Beberapa waktu lalu ditemukan mayat bertato di sebuah rumah kos, kamar No.2, Jalan Pos Utara No.3D RT 04 RW 01, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Mayat ditemukan terbujur kaku. Data korban pun akhirnya terungkap, yaitu bernama Shella (24), asal Lampung.

"Korban sudah dapat diidentifikasi. Keluarganya telah dihubungi serta dibawa ke RS. Polri Kramat Jati dan mengenal bahwa itu (korban bernama) Shella, asal Lampung," ujar Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga, Jumat (14/3/2014).

Dikatakan Shinto, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi untuk diambil keterangannya. Antara lain, pemilik kos Lim San Moy, dua orang pembantu, penjaga kantin, pedagang rokok, dan pemilik warung makanan di depan kos.

"Penyidik juga sudah memeriksa mantan suami korban, dua teman korban di Kemayoran, saudara korban, dan mantan pacar korban," ungkapnya, seperti dilansir beritasatu.com. Menurut Shinto, berdasarkan keterangan keluarga, mereka tak mengetahui siapa teman dekat korban saat ini.

"Keluarga korban tidak tahu tentang temen dekat korban," bilangnya. Ia melanjutkan, penyidik sedang mengidentifikasi dan menelusuri beberapa tempat yang pernah ditinggali korban.

"Kami sedang identifikasi beberapa tempat yang pernah ditinggali korban untuk mengetahui lebih dalam tentang korban," tandasnya.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat bertato tanpa identitas, di dalam kamar kos. Pada saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk.

Korban ditemukan di lantai dengan kepala mengarah pintu kamar mandi. Lehernya, dijerat dengan tali tas warna merah. Diduga kuat ia merupakan korban pembunuhan.

Berdasarkan pemeriksaan saksi, sambungnya, korban baru menyewa kamar kos milik Lim San Moy, sejak 7 Maret 2014 lalu, sekitar pukul 18.00.

Korban berencana menyewa kamar kos selama 2 minggu, dengan sistem bayar harian sebesar Rp150 ribu. Setelah menghuni kamar kos, korban hanya sesekali saja terlihat. Semisal, biasanya korban makan di warung di depan kos atau menelepon di lantai dua kamar kos.