JAKARTA - Beberapa waktu
lalu ditemukan mayat bertato di sebuah rumah kos, kamar No.2, Jalan Pos
Utara No.3D RT 04 RW 01, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Mayat ditemukan
terbujur kaku. Data korban pun akhirnya terungkap, yaitu bernama Shella
(24), asal Lampung.
"Korban sudah dapat diidentifikasi. Keluarganya telah dihubungi serta
dibawa ke RS. Polri Kramat Jati dan mengenal bahwa itu (korban bernama)
Shella, asal Lampung," ujar Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto
Silitonga, Jumat (14/3/2014).
Dikatakan Shinto, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi untuk
diambil keterangannya. Antara lain, pemilik kos Lim San Moy, dua orang
pembantu, penjaga kantin, pedagang rokok, dan pemilik warung makanan di
depan kos.
"Penyidik juga sudah memeriksa mantan suami korban, dua teman korban
di Kemayoran, saudara korban, dan mantan pacar korban," ungkapnya, seperti dilansir beritasatu.com. Menurut Shinto, berdasarkan keterangan keluarga, mereka tak mengetahui siapa teman dekat korban saat ini.
"Keluarga korban tidak tahu tentang temen dekat korban," bilangnya. Ia melanjutkan, penyidik sedang mengidentifikasi dan menelusuri beberapa tempat yang pernah ditinggali korban.
"Kami sedang identifikasi beberapa tempat yang pernah ditinggali korban untuk mengetahui lebih dalam tentang korban," tandasnya.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat bertato tanpa
identitas, di dalam kamar kos. Pada saat ditemukan, kondisi mayat sudah
membusuk.
Korban ditemukan di lantai dengan kepala mengarah pintu kamar mandi.
Lehernya, dijerat dengan tali tas warna merah. Diduga kuat ia merupakan
korban pembunuhan.
Berdasarkan pemeriksaan saksi, sambungnya, korban baru menyewa kamar
kos milik Lim San Moy, sejak 7 Maret 2014 lalu, sekitar pukul 18.00.
Korban berencana menyewa kamar kos selama 2 minggu, dengan sistem
bayar harian sebesar Rp150 ribu. Setelah menghuni kamar kos, korban
hanya sesekali saja terlihat. Semisal, biasanya korban makan di warung
di depan kos atau menelepon di lantai dua kamar kos.
