![]() |
| Awang Faroek Ishak |
SAMARINDA - Limbah cair kelapa sawit
atau "palm oil mill effluent" (POME) mampu menghasilkan gas metan yang
berguna untuk bahan bakar pembangkit listrik alternatif, hanya saja
hinga kini belum dimanfaatkan secaram optimal padahal di Kalimantan
Timur (Kaltim) limbah sawit melimpah.
"Potensi POME di Kaltim sangat banyak karena luas perkebunan kelapa sawit sudah lebih dari 1 juta
hektare, tetapi hingga kini belum dikelola maksimal padahal manfaatnya
sangat besar untuk pembangkit listrik," ujar Gubernur Kaltim Awang
Faroek Ishak di Samarinda, Minggu (9/3/2014).
Apabila POME dikelola dengan maksimal, maka akan mampu menjawab kebutuhan energi listrik yang hingga kini di Kaltim masih kekurangan energi akibat suplai bahan bakar yang rendah.
Untuk itu dia ingin agar perusahaan perkebunan kelapa sawit yang
tersebar di kabupaten dan kota di Kaltim segera membantu rakyat
sekitarnya, yakni melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) bekerjasama dengan PLN membangun pembangkit listrik dengan bakar yang bersumber dari POME.
"Sudah ada beberapa perusahaan perkebunan
kelapa sawit yang telah menunjukkann kepeduliannya dengan mengelola POME
menjadi energi listrik alternatif (biodiesel) untuk memenugi kebutuhan masyarakat," jelas Awang, seperti dilansir iyaa.com.
Sejumlah perusahaan tersebut yakni PT Rea Kaltim Plantations di
Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, kemudian PT Telen Group di
Talisayan, Kabupaten Berau, dan Group PT Sinar Mas dengan anak
perusahaan PT Astra dan PT Smart di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Dia mengatakan, PT Rea Kaltim Plantations pada 2014 membangun
pembangkit listrik tenaga biodiesel atau POME berkekuatan 8 mega watt
(MW), sedangkan PT PLN akan membangunn jaringan listrik dengan
mengalokasikan anggaran sebesar Rp53 miliar untuk memenuhi kebutuhan
listrik bagi masyarakat Kembang Janggut.
Ini berarti melalui pola
kerja sama perusahaan kelapa sawit dengan PLN, kata dia, maka akan ada
ratusan rumah penduduk di sejumlah desa akan teraliri listrik.
Awang berharap kepada bupati yang di kawasannya terdapat lahan
kelapa sawit agar mengajak perusahaan sawit membangun pembangkit listrik
tenaga POME.
"Dorongan bupati sangat penting agar pengusaha sawit terpacu untuk
membangunkan pembangkit listrik dari bahan baku yang sudah tersedia di
lahan milik pengusaha.
