Notification

×

Ini 4 Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi Bandar Lampung

04 March 2014 | 12:51 WIB Last Updated 2014-03-04T05:52:10Z
Tugu Adipura di Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG - Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung mencatat, Kota Bandar Lampung pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung Adhi Wiriana di Bandar Lampung, mengatakan bahwa empat kelompok pengeluaran memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Kota Bandar Lampung.

Keempat kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi itu, yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar memberikan andil 0,13 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03.

"Kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen," ujarnya.

Menurut dia beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya pasir, beras, cat kayu/cat besi, genteng, tarif dokter spesialis, buah pir, pecel (lontong), udang basah, surat kabar harian, dan ikan mas segar.

Berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen (IHK), inflasi Kota Bandar Lampung terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok kesehatan yang naik sebesar 0,64 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,47 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 0,46 persen.

Kemudian, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,16 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang naik 0,03 persen; dan kelompok sandang naik 0,01 persen, sedangkan kelompok bahan makanan dan tidak mengalami indeks.

Harga dan kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

"Inflasi Kota Bandar Lampung berada pada peringkat ke-54 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dar 82 kota, 55 kota di antaranya mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi," terang Adhi, seperti dilansir dari republika.co.id, Selasa (4/3/2014).

Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 2,73 persen, sedangkan inflasi terendah di Bandarlampung dan Probolinggo sebesar 0,02 persen.

Deflasi terbesar dialami Sibolga sebesar 2,43 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Tanjung dan Balikpapan sebesar 0,18 persen.

"Kota Bandar Lampung pada bulan Februari 2014 berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) sebesar 0,76 persen dan inflasi year on year (yoy) adalah sebesar 6,36 persen," jelas Adhi.