LAMPUNG UTARA – Gubernur Lampung Sjachroedin ZP atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melantik dan mengambil sumpah jabatan Agung Ilmu Mangkunegara sebagai bupati Lampung Utara, masa jabatan 2014-2019.
Prosesi pelantikan yang digelar dalam rapat paripurna DPRD Lampura itu berjalan dengan tertib dan lancar dengan dihadiri sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah se-provinsi Lampung, Selasa (25/3/2014).
Sebelum prosesi pelantikan berlangsung, Sekretaris DPRD Lampura Syahrizal Adhar membacakan Surat Keputusan (SK) Mendagri nomor 131.18-309 Tahun 2014 tentang pengesahan, pengangakatan Bupati Lampura Provinsi Lampung, dan SK nomor 132.18-310 tahun 2014 tentang pengesahan, pengangkatan wakil Bupati Lampung Utara.
Menariknya, bupati dilantik sendiri tanpa didampingi Paryadi selaku wakil bupati. Hal ini disebabkan kondisi kesehatan Paryadi yang belum memungkinkan untuk menghadiri prosesi pelantikan tersebut. Jika merujuk pasal 108 Undang-undang (UU) No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah memang dijelaskan dalam hal calon wakil kepala daerah terpilih berhalangan tetap, calon kepala daerah terpilih dilantik menjadi kepala daerah. Berhalangan tetap dimaksud adalah, meninggal dunia, sakit permanen, dan mengundurkan diri.
Namun, demi menyelamatkan kepetingan rakyat yang jauh lebih besar Gubernur Lampung Sjachroedin ZP tetap melakukan pelantikan.
Menurut Gubernur, tidak perlu dipersoalkan ketidak ikut sertaan wakil bupati dalam pelantikan tersebut. Sebab ada kepentingan masyarakat yang lebih besar yang mengharuskan dilakukan pelantikan. Sementara yang berhalangan hanyalah wakil bukan kepala daerahnya.
“Ini kan yang berhalangan wakil bukan kepalanya, ya boleh-boleh saja dilakukan pelantikan. Soal adanya Undang-undang yang mengatur demikian, gak jadi masalah. Kita lihatlah kepentingan masyarakat yang lebih besar,” kata Gubernur.
Dalam kesempatan itu Gubernur berpesan, kepada bupati yang baru saja dilantik, agar dapat menjadi pemimpin yang baik serta mampu mengemban tugas dengan baik pula sesuai dengan harapan masyarakat.
”Bupati Lampung Utara merupakan bupati termuda dan harus banyak belajar. Kalau bekal ilmu sudah cukup tinggal mengembangkan lagi,”ujarnya, seperti dilansir pilarlampung.com.
Dia juga menghimbau kepada seluruh pejabat dan PNS Lampura agar patuh dan taat serta loyal dengan pimpinan siapapun yang menjadi bupati.
”Karena loyal dengan pimpinan juga merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan Negara,”terangnya.
Sementara itu hasil pantauan disekitar lokasi pelantikan, setidaknya sekitar 1.000 tamu undangan memadati ruang utama, dan halaman gedung DPRD Lampura. Pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI lebih diperketat sebelum dan saat pelantikan berlangung. Seluruh tamu undangan diperiksa menggunakan metal detector sebelum memasuki pagar gedung DPRD. Begitupun untuk undangan VIP yang akan memasuki ruang sidang Paripurna, kembali diperiksa oleh sejumlah petugas.
Petakan Masalah
Berbeda dengan beberapa kepala daerah yang baru dilantik, yang biasanya menjanjikan program 100 hari kerjanya, Agung Ilmu Mangkunegara, justru mengaku tidak menargetkan hal itu. Bagi bupati Lampung Utara yang baru dilantik itu, dirinya akan bekerja dan bekerja sehingga Kabupaten Lampung Utara akan menjadi lebih baik lagi.
“Saya tidak mau menargetkan 100 hari harus begini atau begitu, yang terpenting bagi saya bekerja dan bekerja. Syukur-syukur dalam 1 atau dua tahun sudah ada perubahan, paling tidak target saya dalam 5 tahun kedepan Lampung Utara akan lebih baik dan maju,” kata Agung, usai dilantik.
Menurut Agung, sebagai langkah awal memangku jabatan sebagai bupati, dirinya akan menginventarisir seluruh permasalah di Lampura. Guna keperluan itu, dirinya telah meminta kepada Sekretaris Daerah agar seluruh SKPD dapat memberikan laporannya mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sejauh mana realisasi APBD itu dan apa saja masalahnya yang akan diperbaiki kedepan.
”Saya sudah minta kepada Sekda untuk memberikan laporan mengenai APBD kita,”ujar Agung.
Dikatakan Agung, laporan yang disampaikan itu nantinya akan dijadikan acuan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil. Dengan begitu, ia yakin seluruh persoalan akan dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik.
“Laporan dari masing-masing satuan kerja (satker) akan kita pelajari dan dijadikan acuan untuk menentukan langkah saya kedepan,” tegasnya.
Disinggung soal ketidak hadiran wakil bupati, Agung mengatakan sejatinya kesehatan Paryadi sudah mulai membaik. Ia berharap dalam waktu dekat kesehatan Paryadi terus pulih, sehingga ia dapat juga dilantik sebagai wakil bupati.
“Ayo kita sama-sama berdoa semoga kondisi kesehatan Paryadi terus membaik sehingga ia dapat dilantik seperti yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.
