![]() |
| ilustrasi |
JAKARTA - Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri Polda Aceh atas nama Muhammad Nasir yang ditemukan di tas pinggang tiga pencuri kendaraan bermotor yang tewas ditembak di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, asli. KTA benar milik Muhammad Nasir yang kini bertugas di Lampung.
"Ada KTA Polri Baraka, 2004. Kami sudah konfirmasi yang bersangkutan Brigadir di Lampung, mungkin pada saat tugas di NAD. Baraka itu sudah dihapuskan. Ini mungkin terjatuh," kata Kasat Reskim Polsek Cempaka Putih AKBP Tatan Dirsan Atmadja di Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014) sore.
Mabes Polri punya keterangan berbeda. Lewat Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Agus Rianto, Polri menegaskan, KTA Polda Aceh yang ditemukan di lokasi penembakan kawanan pencuri di kawasan Cempaka Putih, palsu.
Agus mengaku telah mengkonfirmasi kepada Polda Aceh bahwa KTA atas nama Muhamad Husni berpangkat Bhayangkara Kepala (Baraka) di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Aceh itu tidak ada.
"Informasi yang didapat, ada KTA Polri anggota Denma Polda Aceh. Saya sudah konfirmasi dengan Polda Aceh bahwa nama itu tidak ada di Polda Aceh. Itu KTA palsu. Itu untuk dugaan sementara," kata Agus, seperti dilansir metrotvnews.com.
Peristiwa berawal saat polisi menggelar razia di kawasan Cempaka Putih, dinihari tadi. Ketiga pria yang berboncengan satu motor itu disetop. Tapi, bukannya berhenti, mereka malah berbalik arah lalu kabur sambil melepaskan tembakan.
"Terjadi baku tembak selama 10 menit. Setelah tidak ada letusan dan ditemukan 3 tewas dengan luka tembak," kata Tatan.
Ketiga korban adalah Mispan Ibrahim, 24, warga Jalan Cisangkuy Raya B Blok A/20 RT 01/07 Kelurahan Simpangan, Cikarang Utara, Bekasi; Jhoni Iskandar, 22, warga Desa Tanjung Kemala RT 03/02 Pubian Lampung Tengah; dan Badri bin Zumroni, 27, Desa Tanjung Kemala RT 03/02 Pubian Lampung Tengah.
Dari mereka disita dua senjata api jenis revolver rakitan berikut 9 peluru--dua peluru belum digunakan--, satu set kunci letter T, 1 set kunci magnet, dan 1 botol cairan kimia serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri Polda NAD a.n. Muhammad Nasir. Jenazah ketiga pria itu lalu dibawa RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
