LAMPUNG - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung memfasilitasi pemilih di kampusnya dengan membuka pendaftaran bagi mahasiswa setempat, sehingga dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2014 dan menekan angka golput.
"Harapannya tingkat golput di lingkungan kampus tidak meningkat, sehingga dengan adanya fasilitas `Nyoblos` di kampus ini, hal itu dapat terealisasi," ujar Julian, Pengurus BEM Unila, Sabtu (8/3/2014).
Menurut dia, adanya fasilitas ini diharapkan dapat meluangkan waktu sehari saja bagi mahasiswa Unila pada 9 April 2014 nanti, untuk turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang hanya lima tahun sekali dilaksanakan.
"Keterwakilan pemilih dari tingkatan mahasiswa juga harus terpenuhi, karena selama lima tahun kita akan merasakan hasil dari para wakil yang dipilih," ujar Julian.
Ia melanjutkan, bagi mahasiswa yang berada di luar Kota Bandarlampung tidak perlu pulang kampung, sehingga dapat menyalurkan aspirasinya di tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dengan tempat tinggal atau indekos mereka saat ini.
"Syaratnya mudah, hanya menunjukkan identitas diri berupa KTP saja, setelah itu akan kami konfirmasi kembali apabila telah didaftarkan ke TPS terdekat dengan tempat indekos masing-masing mahasiswa," kata Julian, seperti dilansir iyaa.com.
Julian menyatakan, antusiasme mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi politik di Provinsi Lampung cukup signifikan, mengingat sejak dibuka pendaftaran pada 5 Maret lalu, sudah cukup banyak pendaftarnya.
"Dalam dua hari kurang lebih telah terdaftar sekitar 40 orang lebih, mudah-mudahan hingga akhir pendaftaran 13 Maret target 300 orang bisa tercapai dengan baik," ujarnya lagi.
Selama ini kecenderungannya kalangan kampus terutama mahasiswa memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya (golput), antara lain karena alasan repot mengurus pendaftaran di tempat tinggal asalnya atau ketiadaan dokumen kependudukan mereka.
Namun banyak pula mahasiswa yang memang enggan menggunakan hak pilihnya.
