Notification

×

Tampil di Divisi Utama 2014, Lampung FC Terganjal Legalitas

06 February 2014 | 11:04 WIB Last Updated 2014-02-06T04:04:45Z

LAMPUNG - Kiprah Lampung FC di kancah Divisi Utama 2014 belum jelas. Legalitas klub menjadi salah satu permasalahan yang diprediksi bakal mengganjal keikutsertaan skuat Gajah Beringas di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia tersebut.

Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi PSSI Lampung Hartarto Lojaya. Dikatakannya, permasalahan Lampung FC berawal sejak berlaga di ajang divisi utama kompetisi yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

"Sejak bulan September (2013), banyak klub LPIS yang sudah ogah-ogahan main. Itu karena nasib mereka di kompetisi ini (2014) tidak jelas. Sebab, PSSI sudah memastikan unifikasi (penggabungan) kompetisi pada musim depan," beber Hartarto, Rabu (5/2/2014).

Sayangnya, terus Hartarto, manajemen Lampung FC enggan menyadari hal itu. Mereka pun memutuskan terus bermain hingga kompetisi selesai. Walaupun, diakui Hartarto, keputusan itu tidak bisa disalahkan.

Namun, tambah dia, niat Lampung FC untuk dapat tampil di Divisi Utama 2014 bisa terganjal regulasi PSSI. Sebab, disadari atau tidak, suka atau tidak suka, di Lampung memang terjadi dualisme klub, yakni antara Lampung FC dan Perserikatan Sepakbola Bandar Lampung (PSBL).

"Memang ada yang wacana untuk menggabungkan Lampung FC dan PSBL. Tapi, mereka mau tidak?" tandas Hartarto, seperti dilansir tribunlampung.co.id.

Belum pastinya nasib Lampung FC juga terungkap setelah CEO  Suhardi alias Buyung menemui Hartarto, Rabu. Dalam pertemuan itu, Buyung meminta PSSI Lampung untuk merekomendasikan Lampung FC ke PSSI pusat untuk dapat tampil di Divisi Utama 2014. Permohonan tertuang dalam surat bernomor 034/LFC/II/2014 tanggal 1 Februari 2014, yang ditandatangani oleh Suhardi.

"Kami (PSSI Lampung) akan mengambil keputusan terkait permasalahan ini dalam rapat Senin (10/2) besok. Intinya, kami sangat mendukung ada wakil Lampung yang tampil di divisi utama. Kami juga tidak memihak klub mana pun," tegas Hartarto.

Sebelumnya, PSSI pusat berencana memanggil 68 klub yang akan menjadi peserta Divisi Utama 2014. Ke-68 klub calon peserta tersebut berasal dari kompetisi yang musim lalu berada di bawah naungan PT Liga Indonesia (LI) maupun PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

"Jumlah klub divisi utama yang ada sebanyak 68. Mereka semua akan kami panggil terkait rencana verifikasi. Kami sudah punya rancangan untuk kompetisi divisi utama. Kami akan menggelar kompetisi divisi utama pada pertengahan Februari 2014," kata Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta belum lama ini.

Namun, Joko menegaskan bahwa klub yang akan berlaga di divisi utama mendatang adalah klub yang benar-benar valid dan legal, bukan klub yang masih bermasalah dengan dualisme.

"Untuk memastikan klub yang berhak tampil di divisi utama, kami akan memeriksa validitas atau kesahihan status klub dalam verifikasi. Klub tersebut harus sudah lepas dari persoalan dualisme," tandas Joko.

"Hanya klub yang valid dan legal yang berhak tampil di kompetisi. Terkait penyelesaian dualisme, kami serahkan kepada mereka. PSSI hanya akan memeriksa kelengkapan melalui dokumen dan  verifikasi," lanjut CEO PT Liga Indonesia musim lalu ini.

Musim lalu, ada dua kompetisi divisi utama. Persebaya Surabaya tampil sebagai juara divisi utama versi PT Liga Indonesia, sedangkan divisi utama versi PT LPIS dimenangkan oleh PSS Sleman. Persebaya sudah pasti promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Namun, nasib PSS Sleman sampai saat ini belum jelas.