Notification

×

Ribuan Ikan Kerapu Budidaya di Lampung Utara Mati

14 February 2014 | 09:51 WIB Last Updated 2016-07-31T11:46:06Z

LAMPUNG – Ribuan ikan kerapu budidaya keramba di Perairan Bendungan Way Rarem, Desa Abung Pekurun, Lampung Utara, mati, Kamis (13/2/2014). Akibatnya, petambak menderita kerugian puluhan juta rupiah. Faktor lingkungan perairan di area keramba diduga menjadi penyebab ribuan ikan kerapu stres dan mati.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Sumber Daya Perikanan, Dinas Perikanan Lampung Utara, Amirsyah mengatakan, kematian massal ikan kerapu yang dibudidaya dalam keramba tersebut telah diteliti di Laboratorium penguji stasiun karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas I Lampung Kementerian kelautan dan perikanan.

Berdasarkan uji Lab. No.0055/1.11U/KI-PJG/I/2014, yang di terbitkan, kondisi kualitas air di perairan bendungan masuk kategori normal untuk budidaya, dengan PH ,7, kadar terlarut untuk NO2 , 0, Fospat ,0,05, dan Al Kalin ,18,5. Sedangkan bibit penyakit yang ditemukan yang menjangkiti ikan, disebabkan virus dengan tingkat serangan merujuk hasil uji Lab. kategori ringan bukan wabah.

“Disimpulkan penyebab ikan mati di perairan bendungan karena stres akibat terjadi kondisi lingkungan sekitar kramba. Mengenai kematian akibat penyakit, bisa diindikasikan kemungkinannya kecil.” kata Amirsyah, seperti dilansir poskotanews.com, Kamis (13/2/2014).

Sebelum mendapatkan penyuluhan dan penjelasan matinya ikan, para petambak ikan kerapu di Bendungan Way Rarem, Desa Abung Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, tidak terima dengan kematian masal ikan kerapu, dan  meminta ganti rugi pada pengusaha penambangan galian batu dan pasir, atas dugaan pencemaran lingkungan hingga menyebabkan matinya ikan.