Notification

×

PBB Desak Gencatan Senjata di Sudan

13 February 2014 | 20:33 WIB Last Updated 2014-02-13T13:33:34Z

KHARTOUM - PBB pada Kamis (13/2/2014) mendesak Sudan dan kelompok gerilyawan, yang bertemu untuk melakukan perundingan damai pertama mereka dalam hampir setahun terakhir, untuk mewujudkan gencatan senjata segera agar bantuan dapat menjangkau lebih dari satu juta warga sipil.
Negosiasi antara Khartoum dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara ( SPLM - N ) dimulai Kamis di ibukota Ethiopia , Addis Ababa , dengan mediasi Uni Afrika .

"Kedua belah pihak dalam pembicaraan ini didesak untuk menyatakan penghentian segera permusuhan sehingga memungkinkan tim kemanusiaan untuk memberikan banyak dukungan yang diperlukan ke daerah-daerah tersebut," kata Ali Al - Za`tari , kepala misi PBB di Sudan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir iyaa.com .

Tidak ada jumlah pasti berapa banyak orang tewas di wilayah Kordofan dan Nil Biru, lokasi kelompok gerilyawan telah berjuang selama hampir tiga tahun, tetapi PBB mengatakan sekitar 1,2 juta orang telah terlantar atau terdampak.

Pemerintah Sudan telah membatasi akses ke zona perang untuk para pekerja bantuan, wartawan dan diplomat asing , meskipun bantuan telah mencapai orang-orang di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah .

Belum ada akses bantuan ke daerah SPLM - N dari dalam Sudan sejak 2011.

"Setelah perjanjian penghentian permusuhan yang layak telah tercapai, PBB di Sudan siap memberikan bantuan tersebut tanpa penundaan," kata Za`tari .

"Dan sekali perdamaian disepakati pengiriman bantuan harus segera dimulai."

Perundingan damai berumur pendek antara Khartoum dan gerilyawan di Addis Ababa April lalu macet saat membahas akses bantuan kemanusiaan .