Notification

×

Kasus Pembuangan Pasien, Wali Kota Nonaktifkan Dirut RSBL

07 February 2014 | 13:23 WIB Last Updated 2016-07-31T11:09:09Z
Herman HN

BANDAR LAMPUNG -
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menonaktifkan Direktur RSUD Dr Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung (RSBL), Indrasari Aulia atas kasus pembuangan pasien yang dilakukan pegawai rumah sakit tersebut. Ambulans milik RSBL itu membuang pasien bernama Suparman (60) di jalan hingga akhirnya meninggal dunia.

"Selama proses hukum ini berjalan, dia (Indrasari) kami nonaktifkan sementara terhitung hari ini, untuk memudahkan pemeriksaan," kata Herman, Jumat (7/2/2014).

Wali kota menyatakan, penonaktifan tersebut bukan karena Indrasari bersalah, namun untuk memudahkan penyelidikan kasus tersebut. Hingga saat ini, kepolisian sudah menetapkan dua tersangka, termasuk Kasubag Umum RSUD Dadi Tjokrodipo Heriansyah dan Kepala Ruangan Mahendri.

Untuk para tersangka yang sudah berstatus PNS, Pemkot Bandar Lampung telah memberikan sanksi administratif berupa penurunan pangkat satu tingkat. Apabila terbukti bersalah menurut hukum, akan diberhentikan secara tidak hormat.

Herman juga menegaskan, dirinya tidak akan memberikan bantuan hukum apapun terhadap para tersangka, termasuk membantu menyediakan tim pengacara. 

"Tidak ada bantuan hukum apapun dari pemkot, kalau dari DPRD atau institusi yang tidak di bawah saya silakan, tapi pemkot tidak," tegas orang nomor satu di Bandar Lampung itu, seperti dilansir merdeka.com.

Menurut Herman yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung tersebut, perbuatan mereka bertentangan dengan visi dan misi Pemkot Bandar Lampung yang menggratiskan layanan kesehatan sejak 2011. 

"Secara anggaran untuk layanan kesehatan tidak ada masalah, jadi inisiatif yang dilakukan oknum PNS RSBL ini sangat tidak layak," kata dia.

Herman juga mengatakan, untuk layanan publik, RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung juga dianggap baik dalam penilaian oleh Ombudsman dengan nilai 6,8. 

"Status yang diberikan Ombudsman hijau dengan indeks 6,8 , jadi pelayanan yang kami berikan melalui RSUD sudah cukup baik," kata dia.