LAMPUNG TENGAH - Bapak dan anak terseret arus sungai saat nekat menyeberangi tanggul sambil mengendarai motor di Sungai Way Seputih, Lampung Tengah, Selasa (7/1/2014) siang sekira pukul 13.00 WIB. Korban sengaja lewat jalan itu agar lebih cepat dan pintas.
Naas bagi Made Dana (44) dan anaknya yang berusia 6 tahun, warga Umbul Thalib Jaya, Kampung Bandar Mataram Udik, Bandar Mataram, Lampung Tengah, keduanya hilang tenggelam terseret derasnya arus sungai.
M Karim, warga setempat, seperti dilansir poskotanews.com, menjelaskan awalnya korban berboncengan dengan anaknya mengendarai motor. Namun, saat dia menerobos derasnya air yang memenuhi tanggul, ada warga yang memperingatinya agar tidak menyeberang.
Korban tetap saja nekat dan mencoba menerobos. Saat berada di tengah tanggul, warga melihat korban dan anaknya serta motornya terseret arus air kemudian hilang.
Mengetahui hal itu, warga beramai-ramai menolong dan mencari korban, tetapi selama dua jam dicari tidak juga ditemukan. Mereka kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.
“Banyak kendala dalam pencarian itu, selain arus air deras, warna air juga keruh sehingga warga kesulitan untuk melihat dan menyisir sungai yang menuju Kampung Subang Jaya, Bandarsurabaya,” kata M Karim.
Naas bagi Made Dana (44) dan anaknya yang berusia 6 tahun, warga Umbul Thalib Jaya, Kampung Bandar Mataram Udik, Bandar Mataram, Lampung Tengah, keduanya hilang tenggelam terseret derasnya arus sungai.
M Karim, warga setempat, seperti dilansir poskotanews.com, menjelaskan awalnya korban berboncengan dengan anaknya mengendarai motor. Namun, saat dia menerobos derasnya air yang memenuhi tanggul, ada warga yang memperingatinya agar tidak menyeberang.
Korban tetap saja nekat dan mencoba menerobos. Saat berada di tengah tanggul, warga melihat korban dan anaknya serta motornya terseret arus air kemudian hilang.
Mengetahui hal itu, warga beramai-ramai menolong dan mencari korban, tetapi selama dua jam dicari tidak juga ditemukan. Mereka kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.
“Banyak kendala dalam pencarian itu, selain arus air deras, warna air juga keruh sehingga warga kesulitan untuk melihat dan menyisir sungai yang menuju Kampung Subang Jaya, Bandarsurabaya,” kata M Karim.
