![]() |
| Gufron Azis Fuadi |
LAMPUNG - Banyak cara dilakukan calon anggota legislatif untuk menyosialisasikan dirinya, termasuk memilih cara unik seperti yang dilakukan caleg dari Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Lampung.
Dengan gaya dan penampilan berbeda atau "anti-mainstream", Gufron Azis Fuadi, Caleg PKS untuk DPR yang juga Ketua Umum DPW PKS Lampung itu, di Bandarlampung, seperti dilansir iyaa.com, Senin (13/1/2014), mengaku memilih cara memajang foto dan permohonan dukungan agar masyarakat memilih dirinya.
Banyak caleg di Lampung yang menggunakan kaca belakang angkutan umum sebagai media sosialisasi, umumnya dengan menempelkan gambar atau foto dan permohonan dukungan. Namun, gaya foto dan redaksi permohonan dukungan berbeda yang dipilih oleh Gufron.
Dia menggunakan foto dirinya yang telah diubah ke dalam format kartun, dengan redaksi permohonan yang unik, mengingatkan pada sosok Pak Tarno, pesulap kocak, berupa tulisan "tolong dibantu ya....prok-prok-prok".
Menurut Gufron, masing-masing caleg perlu kreatif agar sebagai caleg mudah diingat oleh para calon pemilih.
"Dengan format kartun tentu berbeda dari yang lain, dan mudah-mudahan masyarakat lebih ingat dengan model gambar seperti itu" kata Gufron pula.
"Apalagi permohonan, tolong dibantu ya..., prok-prok-prok, menjadi unik dibaca atau didengar," ujar dia lagi.
Dengan gaya dan penampilan berbeda atau "anti-mainstream", Gufron Azis Fuadi, Caleg PKS untuk DPR yang juga Ketua Umum DPW PKS Lampung itu, di Bandarlampung, seperti dilansir iyaa.com, Senin (13/1/2014), mengaku memilih cara memajang foto dan permohonan dukungan agar masyarakat memilih dirinya.
Banyak caleg di Lampung yang menggunakan kaca belakang angkutan umum sebagai media sosialisasi, umumnya dengan menempelkan gambar atau foto dan permohonan dukungan. Namun, gaya foto dan redaksi permohonan dukungan berbeda yang dipilih oleh Gufron.
Dia menggunakan foto dirinya yang telah diubah ke dalam format kartun, dengan redaksi permohonan yang unik, mengingatkan pada sosok Pak Tarno, pesulap kocak, berupa tulisan "tolong dibantu ya....prok-prok-prok".
Menurut Gufron, masing-masing caleg perlu kreatif agar sebagai caleg mudah diingat oleh para calon pemilih.
"Dengan format kartun tentu berbeda dari yang lain, dan mudah-mudahan masyarakat lebih ingat dengan model gambar seperti itu" kata Gufron pula.
"Apalagi permohonan, tolong dibantu ya..., prok-prok-prok, menjadi unik dibaca atau didengar," ujar dia lagi.
