Notification

×

Penyuluh Aceh Berlatih Menanam Lada di Lampung

13 September 2013 | 21:59 WIB Last Updated 2013-09-13T14:59:58Z

BANDA ACEH - Puluhan penyuluh pertanian dari Provinsi Aceh magang dan ikut pelatihan menanam lada (merica) di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Lampung. Mereka berasal dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Hal itu dalam rangka persiapan produksi dan mengembangan kembali lada Aceh yang telah lama terlupakan.

Sesuai sejarah tanaman lada dikenal di Tanah Air berasal dari Provinsi Aceh yang pernah jaya sekitar 300 tahun silam. Bahkan saat itu Aceh pemasok lada terbesar ke Jazirah Arab dan Eropa. Kemudian mampu membeli peralatan perang dari hasil tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh, Jumat (13/9/2013), menyebutkan, untuk tahap pertama ada 30 penyuluh pertanian yang sedang mengikuti pelatihan dan magang di pusat penelitian lada milik Kementerian Pertanian di Lampung tersebut.

Mereka diberangkatkan dari Aceh mulai Senin (9/9/2013) lalu dan sekarang sedang mengikuti beberapa materi diantaranya cara pembibitan, penanaman dan pemeliharaan. Lalu turun ke lokasi kebun tanaman rempah itu. Berikutnya akan mengunjungi kebun petani di Kabupaten Lampung Utara.

Kepala Badan  Ketajhanan Pangan Provinsi Aceh, Hasanuddin Darjo, kepada Media Indonesia, mengatakan, untuk mengembalikan kejayaan pertanian Aceh salah satunya dengan swasembada lada. Hal itu telah terbukti sejak masaa kesultaanaan ratusan tahun silam sehingga wilyah di ujung barat Indonesia itu dikenal di pasar perdagangan rempah internasional. Dikatakan, lada adalah jati diri kejayaan dan lambang ke-emasan rakyat Aceh  masa silam.

Apalagi untuk kedepan hanya produk pertanian sangat menjanjikan dan sulit terusik krisis ekonomi. Dia mengaharapkan penyuluh yang magang dan pelatihan itu harus serius. Setelah pulang dari pelatihan mereka akan di evaluasi hasil kinerja serta hasil kerja lapangan.

"Saya tidak mau bermain-main yang hanya menghabiskan uang negara tapi tidak bermanfaat untuk petani dan masyarakat luas. Kalau ada yang penyuluh tidak serius selakan mendur dari awal" kata Hasanuddin Darjo yang juga Ketuan Forum Kakao Aceh dan mantan Sekda Aceh Tenggara.