Notification

×

Dalam Tempo Seminggu, Unila Dua Kali Wisuda

25 September 2013 | 14:44 WIB Last Updated 2013-09-25T07:44:10Z

LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) membuat 'rekor' tersendiri, dengan menggelar dua kali wisuda hanya dalam waktu sekitar satu minggu.

Unila, salah satu perguruan tinggi negeri umum terbesar di Lampung, di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus Gedongmeneng Bandarlampung, Selasa (24/9/2013), kembali menggelar Rapat Senat Luar Biasa prosesi wisuda 450 orang wisudawan dari program pascasarjana, sarjana, diploma, dan profesi.

Kurang dari sepekan sebelumnya, Unila juga telah menggelar prosesi wisuda pada Rabu (18/9/2013) lalu, dengan melepas sebanyak 1.100 wisudawan.

Dalam penjelasan yang disampaikan pihak Humas Unila, menurut Pembantu Rektor (PR) I Unila Prof Dr Hasriadi Mat Akin, Unila menggelar wisuda dua kali pada bulan ini karena jumlah wisudawan telah melebihi daya tampung GSG Unila.

Selain itu, Unila juga bermaksud merespons kebutuhan wisudawan yang ingin mengikuti tes penerimaan calon pegawai negeri sipil yang sedang berlangsung, baik di tingkat pusat maupun daerah saat ini.

Dalam sambutan wisuda itu, Rektor Unila Prof Dr Ir Sugeng P Harianto MS menyampaikan bahwa alasan diselenggarakan wisuda pertama kalinya dua kali dalam satu bulan ini adalah banyak mahasiswa yang lulus sebelum tanggal 18 September hingga mencapai 1.500 lebih, sedangkan kuota wisuda di GSG hanya mampu menampung sekitar 1.000 mahasiswa setiap pelaksanaan wisuda.

Karena itu, dibuat kebijakan diselenggarakan wisuda dua kali dalam sebulan yang hanya berjarak sekitar satu minggu dari wisuda sebelumnya.

Rektor Unila ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melihat sisi positif diselenggarakan wisuda ini yang menandakan bahwa animo kelulusan di Unila cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyak wisudawan di bulan September yang mencapai 1.550 orang.

Sugeng juga menegaskan kembali bahwa visi Unila tahun 2025 sebagai 10 PTN terbaik di Indonesia, sehingga memerlukan kerja sama yang baik antara staf, dosen, mahasiswa dan juga alumni.

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tauhidi menyatakan bahwa alumni Unila sangat diharapkan dapat berperan aktif dalam proses pembangunan dan pengembangan daerah demi mencapai kesejahteraan bersama.

Sampai saat ini, Unila telah meluluskan lebih dari 70.000 sarjana yang tersebar berkarir di sejumlah bidang di Lampung maupun mancanegara. Sedangkan jumlah mahasiswa Unila mencapai 30.067 orang.

Pada wisuda kali ini, Unila meluluskan sebanyak 450 orang yang terdiri dari program pascasarjana 30 orang, sarjana 358 orang, diploma 50 orang, dan profesi 12 orang.

Seluruh wisudawan program profesi berasal dari program profesi dokter Fakultas Kedokteran (FK), FKIP mewisuda 167 orang, Fakultas Teknik 19 orang, FISIP 29 orang, Fakultas Pertanian 44 orang, FMIPA 37 orang, Fakultas Hukum 32 orang, dan Fakultas Kedokteran 9 orang.

Pada wisuda periode II ini, Unila hanya meluluskan 450 orang, sehingga suasana di dalam GSG Unila tidak terlalu padat dan pelaksanaan wisuda tidak berlangsung terlalu lama.

Berkaitan pelaksanaan wisuda di Unila yang berlangsung dua kali hanya dalam waktu seminggu ini, sejumlah dosen di kampus ini dan beberapa pihak lain mempertanyakan kebijakan tersebut dikaitkan dengan statuta Unila, maupun alasan kebijakan itu untuk menampung keinginan adanya wisudawan yang akan mengikuti tes calon PNS.

Beberapa wisudawan Unila ini juga membenarkan, semula sesuai jadwal seharusnya mereka baru akan diwisuda pada Oktober atau November 2013 nanti. Namun mereka kemudian mendapatkan informasi dari kampusnya untuk segera mengurus persyaratan yang diperlukan karena wisuda akan dipercepat pada September ini juga.

"Kaget juga, tapi saya ikuti saja karena lebih cepat diwisuda kan lebih baik," ujar salah satu wisudawan pascasarjana Unila itu pula.

Namun beberapa orang dosen di Unila menilai, seharusnya pelaksanaan wisuda Unila tetap berjalan sesuai ketentuan dan mengacu pada aturan (statuta) Unila, agar tidak menimbulkan penilaian buruk dari berbagai pihak kepada Unila dan jajaran pimpinannya saat ini.

"Bagaimana mungkin begitu mudah mengubah dan memutuskan pelaksanaan wisuda yang secara reguler telah berlangsung selama ini sesuai ketentuan, secara tiba-tiba diubah hanya karena persoalan adanya wisudawan yang akan mengikuti tes calon PNS," ujar dosen yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengingatkan, jajaran pimpinan Unila dan seluruh sivitas akademika kampus ini harus tetap berpegang pada statuta dan aturan yang berlaku, selain selalu harus menjunjung tinggi prinsip objektivitas, independensi, intelektualitas guna menjaga kredibilitas atau kepercayaan dan nama baik Unila itu sendiri.