Notification

×

Bayi Badak Sumatera Liar Lahir di Way Kambas

25 September 2013 | 15:11 WIB Last Updated 2016-07-31T12:01:31Z
Tim patroli TNWK Lampung menemukan bayi Badak Sumatera saat berendam di tepian sungai. | eni muslihah.kompas.com

LAMPUNG -  Setelah sukses melakukan penangkaran hingga melahirkan seekor anak Badak Sumatera, kini Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung kembali mendapat seekor anak badak yang lahir dari seekor badak liar. Anak badak ini diperkirkan masih berusia dua minggu.  

Kepastian itu didapati oleh Tim patroli pengaman badak (Rhino Protection Unit) Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang secara tidak sengaja menjumpai seekor induk badak sumatera liar (di luar penangkaran) bersama anaknya saat tengah melakukan patroli rutin, ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambar, Sri Andajani, Selasa (24/9/2013).   

Lebih lanjut dikatakan Sri Andjani, perjumpaan anak dan induk  badak sumatera itu terjadi pada 21 Agustus 2013 lalu sekitar pukul 15.00 WIB saat hewan langka itu tengah asyik berkubang, setelah sebelumnya tim mendapati kubangan lainnya.   

Kaget menemukan adanya jejak kaki anak dan induk badak didekat kubangan, akhirnya tim RPU (Rhino Protection Unit) Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melakukan penelusuran kurang lebih tiga jam perjalanan, akhirnya tim berhasil menemukan lokasi kedua badak tersebut.   

Saat berhasil menemukan bayi badak dan induknya, tim berusaha untuk mendekati dan mengambil dokumentasi, namun, dengan cara-cara yang tidak membuat badak merasa tidak terganggu. Dari data yang berhasil dihimpun di lapangan, anak badak tersebut disimpulkan berusia kurang dari 15 hari atau dua minggu saat ditemukan. 

"Kesimpulkan itu didapati setelah membandingkan ukuran tapak anak badak itu dengan ukuran tapak Andatu (Anak badak hasil penangkaran.Red) saat berusia dua minggu," ujarnya.   

Dengan adanya penemuan tersebut, menjadikan bukti konsitensi TNWK dalam pengelolaan dan pengembang biakan  badak sumatera yang saat ini kondisinya telah terancam punah (Critically Endangered). 

Selain berhasil melakukan pengembang biakan melalui  penangkaran semi in-situ (SRS) dengan kelahiran Andatu, hutan TNWK juga dapat melahirkan badak di luar penangkaran.   

Pada bagian lain Sri menjelaskan, populasi badak sumatera saat ini diperkirakan kurang dari 100 ekor yang tersebar mulai dari Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) , dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung yang populasinya  diperkirakan tersisa sekitar 27 hingga 31 ekor.