Notification

×

Miris, Indonesia Hanya Jadi Barang Mainan AS

27 May 2013 | 16:00 WIB Last Updated 2013-05-27T09:00:16Z
Mahfudz Siddiq

JAKARTA - Indonesia hanya jadi barang mainan oleh Amerika Serikat. Demikian dikatakan oleh Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/5/2013) terkait  penghargaan World Statesman Award dari organisasi nirlaba Appeal of Conscience Foundation (AoCF) kepada Presiden SBY.

"Indonesia ini kayak barang mainan saja," kata Mahfudz Menurut dia, Amerika Serikat adalah negara yang sering mengkritisi Indonesia soal HAM. Tapi Amerika Serikat juga yang memberi penghargaan.

"Ada yang aneh dari pemberiaan penghargaan kepada Presiden SBY ini," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi ibu Ani Yudhoyono bertolak ke Amerika Serikat, Senin (27/5/2013) pagi. Sebelum ke Amerika, SBY akan berada di Swedia guna kunjungan kenegaraan.

Rangkaian kunjungan ke kedua negara dilakukan tanggal 27 Mei hingga 2 Juni. Kunjungan kenegaraan ke Swedia dilakukan atas undangan Raja Carl XIV Gustav.

Kunjungan kerja ke AS adalah untuk menghadiri pertemuan kelima High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda dan menyampaikan laporan akhir Panel ke Sekretaris Jenderal PBB.

Selama di Amerika, Presiden SBY di New York akan mendapat penghargaan HAM dari organisasi nirlaba Appeal of Conscience Foundation (AoCF) akan memberikan penghargaan World Statesman Award. Penghargaan ini dikecam oleh sejumlah tokoh dan pegiat pluralisme di Indonesia. Bahkan, tokoh pluralis Frans Magnis Suseno mengirimkan langsung surat protes ini ke Amerika.