Notification

×

Kebakaran Toko Tabung Gas, Satu Tewas

14 May 2013 | 08:00 WIB Last Updated 2016-07-31T11:11:23Z

BANDAR LAMPUNG - Di saat warga kesulitan mencari gas elpiji untuk keperluan rumah tangga, sebuah toko yang menjual tabung gas terbakar, Senin (13/5/2013) malam. Diduga peristiwa kebakaran itu akibat tabung gas yang meledak.

Toko penjual tabung gas yang sekaligus merupakan rumah tinggal itu terletak di Kelurahan Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung. 

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB," kata salah satu warga setempat, Supri (40). Kebakaran itu ditengarai akibat tabung gas yang disimpan di tempat tersebut, yang baru tiba pada Senin siang itu meledak.

"Kami warga di sini sempat diungsikan, karena khawatir api akan merambat ke rumah-rumah kami," ujarnya pula. Tapi bersyukur, lanjut Supri, ternyata api hanya membakar satu rumah yang juga toko besar itu.

"Semua barang bangunan dan barang dagangan pemilik rumah dan toko itu habis, bahkan satu orang ada yang meninggal dunia," kata dia lagi.

Polisi sudah memasang garis polisi pada rumah tersebut serta mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut. Diperoleh informasi, satu korban meninggal dalam kejadian ini adalah Endang Kristinawati (34 tahun).

Tewas Terpanggang
Versi lain menyebutkan, kebakaran itu melalap rumah sekaligus ruko milik Adi (35) di Jalan Dosomuko No 9 Kelurahan Sawah Brebes Kecamatan Tanjungkarang Timur, Senin (13/5/2013) sekitar pukul 19.45 WIB, yang berlokasi tepat di depan kantor kelurahan setempat. Kejadian tragis tersebut merenggut satu nyawa atas nama Endang (35) yang tewas saat berada di kamar mandi.

Dari data yang dihimpun di lokasi kejadian, api yang membakar rumah persis di persimpangan jalan tersebut diduga bermula saat korban Endang tengah membungkus keripik dengan menggunakan lilin.Korban yang tidak sadar, seketika langsung tersambar bensin yang berada tidak jauh dari posisi duduknya, sehingga api dengan cepat membakar akibat tersulutnya semua bensin yang ada di ruangan rumah tersebut.

"Sebelum kejadian, rumah itu memang agak ramai, ada sekitar delapan orang di dalamnya.Endang saat itu lagi ngebungkus keripik untuk dirapihkan dalam plastik memamai lilin," ujar Jojo (45) salah satu kerabat korban .

Sejumlah orang yang berada dalam rumah itu diantaranya, Adi, Emah, Santi, Umi, Noval dan Aceng. Nama terakhir, Aceng, mengalami luka bakar dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung.

Korban meninggal, Endang diketahui merupakan kakak ipar Adi yang merupakan warga Jalan Yudistiro Gang Waru, Kelurahan Sawah Lama, Tanjugkarang Timur yang tengah berkunjung.

Informasi di lokasi juga menyebutkan bahwa korban Endang yang meninggal dan terbakar seluruh tubuhnya itu tengah mandi.Saat itu korban terjebak dan tidak bisa keluar karena api dengan cepat meluas ke seluruh isi ruangan.

"Kemungkinan korban di kamar mandi, sebab saat itu sejumnlah warga yang dan petugas damkar mengatakan korban ada dalam kamar mandi," ujar salah satu warga.

Saat api membakar, petugas dari Damkar datang sekitar 15 menit setelah kejadian yang dibantu warga setempat untuk memadamkan api. Dari lokasi kejadian, rumah nampak habis dilalap api dan sudah dipolis line.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar 500 juta.Saat berita ini diturunkan, listrik di sepanjang jalan terutama yang berada di deretan rumah kebakaran nampak mati."Untuk menghindari kemungkinan amsih ada api, bisa saja menyambar listrik, maka listrik dipadankan," ujar Madi Edi warga di lokasi kejadian.