LAMPUNG - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 15 kabupaten dan kota di Lampung, PT Pertamina Depo Panjang Lampung menyalurkan antara 350-380 metrik ton elpiji per hari
"Sebenarnya stok gas di Depo Pertamina Lampung saat ini mencapai 3.339 metrik ton atau masih mencukupi kebutuhan daerah ini dalam beberapa hari ke depan," kata Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Arinal Junaidi, Senin (13/5/2013).
Ia menyebutkan, kelangkaan elpiji terutama untuk ukuran 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir bukan bersumber dari tidak adanya stok, akan tetapi diduga peruntukan gas tersebut disalahgunakan. "Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram yang diperuntukan bagi rumah tangga dan usaha mikro harus ditelusuri, karena diduga gas tersebut dipakai untuk usaha seperti restoran, hotel, dan perusahaan," terangnya.
Menurut Arsinal, usaha restoran, hotel, dan perusahaan di Lampung yang seharusnya menggunakan elpiji 12 kilogram, diduga memakai gas ukuran 3 kilogram. Karena itu, lanjutnya, perlu adanya pengawasan semua pihak baik pemerintah daerah, Pertamina, polisi, kejaksaan, pengadilan, instansi terkait dan masyarakat untuk mengawasi tataniaga elpiji tersebut.
Arinal menjelaskan pula pihaknya akan membentuk tim monitoring distribusi gas tersebut sehingga diketahui ada penyimpangan atau tidak.
"Setiap pelaku pidana penyimpangan atau penimbunan akan diproses dan dilakukan penyidikan," kata dia menambahkan.
Disisi lain menurut dia, kuota elpiji untuk Lampung berkurang dari 89.000 metrik ton pada 2012 menjadi 87.000 metrik ton tahun 2013. Asisten II Bidang Ekubang itu menambahkan, pihaknya bersama Pertamina telah mengajukan penambahan kuota hingga 100.000 metrik ton ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral sejak beberapa bulan lalu.
"Hingga sekarang belum ada respon dari pemerintah," tambahnya.
Sales Eksekutif Elpiji PT Pertamina Lampung Valino mengatakan hingga April 2013 kebutuhan elpiji Lampung naik sekitar 11 persen, sedang stok sekarang tinggal 3.339 metrik ton.
"Dari stok yang ada ketahanan elpiji saat ini hanya untuk 10 hari ke depan," kata dia. Terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram hingga menyebabkan lonjakan harga Valino menjelaskan perlu adanya pengawasan distribusi gas untuk rumah tangga dan usaha mikro itu menjadi tanggungjawab bersama.
Ia menambahkan hingga sekarang terdapat 97 agen elpiji di seluruh Lampung, sementara SPBE yang beroperasi sekitar 11 unit dan akan ditambah menjadi dua untuk beroperasi di Pesawaran dan Tanggamus.
"Bila ditemukan agen nakal, kami tidak segan-segan memberikan sanksi mulai dari peringatan tertulis, skorsing hingga penutupan usaha," kata dia menambahkan.
"Sebenarnya stok gas di Depo Pertamina Lampung saat ini mencapai 3.339 metrik ton atau masih mencukupi kebutuhan daerah ini dalam beberapa hari ke depan," kata Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Arinal Junaidi, Senin (13/5/2013).
Ia menyebutkan, kelangkaan elpiji terutama untuk ukuran 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir bukan bersumber dari tidak adanya stok, akan tetapi diduga peruntukan gas tersebut disalahgunakan. "Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram yang diperuntukan bagi rumah tangga dan usaha mikro harus ditelusuri, karena diduga gas tersebut dipakai untuk usaha seperti restoran, hotel, dan perusahaan," terangnya.
Menurut Arsinal, usaha restoran, hotel, dan perusahaan di Lampung yang seharusnya menggunakan elpiji 12 kilogram, diduga memakai gas ukuran 3 kilogram. Karena itu, lanjutnya, perlu adanya pengawasan semua pihak baik pemerintah daerah, Pertamina, polisi, kejaksaan, pengadilan, instansi terkait dan masyarakat untuk mengawasi tataniaga elpiji tersebut.
Arinal menjelaskan pula pihaknya akan membentuk tim monitoring distribusi gas tersebut sehingga diketahui ada penyimpangan atau tidak.
"Setiap pelaku pidana penyimpangan atau penimbunan akan diproses dan dilakukan penyidikan," kata dia menambahkan.
Disisi lain menurut dia, kuota elpiji untuk Lampung berkurang dari 89.000 metrik ton pada 2012 menjadi 87.000 metrik ton tahun 2013. Asisten II Bidang Ekubang itu menambahkan, pihaknya bersama Pertamina telah mengajukan penambahan kuota hingga 100.000 metrik ton ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral sejak beberapa bulan lalu.
"Hingga sekarang belum ada respon dari pemerintah," tambahnya.
Sales Eksekutif Elpiji PT Pertamina Lampung Valino mengatakan hingga April 2013 kebutuhan elpiji Lampung naik sekitar 11 persen, sedang stok sekarang tinggal 3.339 metrik ton.
"Dari stok yang ada ketahanan elpiji saat ini hanya untuk 10 hari ke depan," kata dia. Terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram hingga menyebabkan lonjakan harga Valino menjelaskan perlu adanya pengawasan distribusi gas untuk rumah tangga dan usaha mikro itu menjadi tanggungjawab bersama.
Ia menambahkan hingga sekarang terdapat 97 agen elpiji di seluruh Lampung, sementara SPBE yang beroperasi sekitar 11 unit dan akan ditambah menjadi dua untuk beroperasi di Pesawaran dan Tanggamus.
"Bila ditemukan agen nakal, kami tidak segan-segan memberikan sanksi mulai dari peringatan tertulis, skorsing hingga penutupan usaha," kata dia menambahkan.
