![]() |
| Herwan Saleh |
TULANGBAWANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mendesak Rektor Universitas Megow Pak Tulangbawang (UMPTB) Dr Ratu Betta R Caropeboka, untuk mengembalikan dana sebesar Rp.600 juta ke kas negara melalui Pemkab Tulangbawang.
Itu karena diduga dana tersebut telah disalahgunakan oleh Ratu Betta guna membayar gaji para dosen di UMPTB setempat. Padahal dana tersebut diperuntukkan bagi biaya operasional penegerian UMPTB.
Ketua Komisi D DPRD Tuba Herwan Saleh menyatakan sikap kekecewan pihaknya terhadap Dr Ratu Betta R Caropeboka sebagai Rektor UMPTB Tulangbawang, yang tidak becus dalam mengurus manajemen keuangan di UMPTB selama ini.
"Pada tahun 2012 lalu, Pemkab Tulangbawang telah memberikan dana sebesar Rp 600 juta ke UMPTB sebagai bentuk bantuan untuk biaya operasional guna penegerian UMPTB tersebut," jelasn Herwan, Senin (13/5/2013).
Namun, imbuh dia, dana tersebut disalahgunakan oleh Dr Ratu Betta R Caropeboka dan telah melanggar dari aturan yang ada. Pasalnya, dana tersebut tidak digunakan untuk biaya operasional. Namun digunakan untuk membayar gaji para dosen di UMPTB tersebut.
"Apapun bentuknya, itu sudah salah dan melanggar aturan dan itu harus dipertangungjawabkan," tukas Herwan Saleh.
Dia menambahkan, selama ini manajemen keuangan UMPTB tidak jelas dan terkesan tertutup. Indikasinya, setiap rapat dengar pendapat (hearing) yang diagendakan DPRD dengan UMPTB selama ini, pihak UMPTB tidak pernah menjelasakn secara rinci terkait bantuan yang telah diberikan dari Pemkab Tuba.
"Setiap ditanya kemana saja uangnya, selalu di jawab masih disusun laporan keuangannya, begitu terus jawabanya. Bahkan sampai saat ini tidak ada juga laporan yang dijanjikan UMPTB," ungkap Herwan dengan nada kesal.
Herwan menegaskan, apabila dalam waktu dekat dana tersebut tidak juga dikembalikan ke kas negara, maka pihaknya akan menyerahkan masalah tersebut ke ranah hukum untuk diaudit.
"Kita tunggu sampai akhir bulan Mei ini, apabila belum dikembalikan juga dana yang Rp.600 juta tersebut, maka akan kita proses lebih lanjut," janji Herwan.
Itu karena diduga dana tersebut telah disalahgunakan oleh Ratu Betta guna membayar gaji para dosen di UMPTB setempat. Padahal dana tersebut diperuntukkan bagi biaya operasional penegerian UMPTB.
Ketua Komisi D DPRD Tuba Herwan Saleh menyatakan sikap kekecewan pihaknya terhadap Dr Ratu Betta R Caropeboka sebagai Rektor UMPTB Tulangbawang, yang tidak becus dalam mengurus manajemen keuangan di UMPTB selama ini.
"Pada tahun 2012 lalu, Pemkab Tulangbawang telah memberikan dana sebesar Rp 600 juta ke UMPTB sebagai bentuk bantuan untuk biaya operasional guna penegerian UMPTB tersebut," jelasn Herwan, Senin (13/5/2013).
Namun, imbuh dia, dana tersebut disalahgunakan oleh Dr Ratu Betta R Caropeboka dan telah melanggar dari aturan yang ada. Pasalnya, dana tersebut tidak digunakan untuk biaya operasional. Namun digunakan untuk membayar gaji para dosen di UMPTB tersebut.
"Apapun bentuknya, itu sudah salah dan melanggar aturan dan itu harus dipertangungjawabkan," tukas Herwan Saleh.
Dia menambahkan, selama ini manajemen keuangan UMPTB tidak jelas dan terkesan tertutup. Indikasinya, setiap rapat dengar pendapat (hearing) yang diagendakan DPRD dengan UMPTB selama ini, pihak UMPTB tidak pernah menjelasakn secara rinci terkait bantuan yang telah diberikan dari Pemkab Tuba.
"Setiap ditanya kemana saja uangnya, selalu di jawab masih disusun laporan keuangannya, begitu terus jawabanya. Bahkan sampai saat ini tidak ada juga laporan yang dijanjikan UMPTB," ungkap Herwan dengan nada kesal.
Herwan menegaskan, apabila dalam waktu dekat dana tersebut tidak juga dikembalikan ke kas negara, maka pihaknya akan menyerahkan masalah tersebut ke ranah hukum untuk diaudit.
"Kita tunggu sampai akhir bulan Mei ini, apabila belum dikembalikan juga dana yang Rp.600 juta tersebut, maka akan kita proses lebih lanjut," janji Herwan.
Tuntut Rektor Diganti
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Megow Pak Tulangbawang (UMPTB) menggelar unjuk rasa di depan gedung kampus setempat, Rabu (24/4/2013) lalu. Para mahasiswa meminta pihak yayasan dan pemerintah setempat untuk mengganti dan memberhentikan Rektor UMPTB Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI sebagai Rektor UMPTB.
Pasalnya, menurut mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, selama massa kepemimpinan Rektor UMPTB Ratu Beta, tidak ada perkembangan, serta dianggap tidak berhasil dalam memajukan UMPTB.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator unjuk rasa mahasiswa UMPTB, Rio Wali. "Tujuan dari unjuk rasa yang kami lakukan agar seluruh masyarakat dan pemerintah mengetahui penderitaan mahasiswa UMPTB selama massa kepemimpinan Rektor Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI,"jelasnya.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Megow Pak Tulangbawang (UMPTB) menggelar unjuk rasa di depan gedung kampus setempat, Rabu (24/4/2013) lalu. Para mahasiswa meminta pihak yayasan dan pemerintah setempat untuk mengganti dan memberhentikan Rektor UMPTB Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI sebagai Rektor UMPTB.
Pasalnya, menurut mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, selama massa kepemimpinan Rektor UMPTB Ratu Beta, tidak ada perkembangan, serta dianggap tidak berhasil dalam memajukan UMPTB.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator unjuk rasa mahasiswa UMPTB, Rio Wali. "Tujuan dari unjuk rasa yang kami lakukan agar seluruh masyarakat dan pemerintah mengetahui penderitaan mahasiswa UMPTB selama massa kepemimpinan Rektor Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI,"jelasnya.
Selama Ratu Betta menjadi Rektor, menurut dia, tidak pernah berkoordinasi dengan para dosen terkait semua pengelolahan universitas. "Itu dikarenakan kinerja rektor yang kurang baik dan tertutup," ungkap Rio saat melakukan unjuk rasa.
Selain itu. sambung Rio, selama massa kepemimpinan Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI, setiap tahun universitas bukan mengalami kemajuan melainkan penurunan. "Jelas saja terlihat, karena setiap tahun UMPTB selalu mengalami penurunan jumlah penerimaan mahasiswa, bukan semakin bertambah. Ini jelas UMPTB tidak maju dan berkembang," tukassnya. Rio menegaskan jika Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI harus diganti atau diberhentikan sebagai rektor, demi kemajuaan UMPTB yang lebih baik lagi.
"Semua yang kami lakukan ini untuk kemajuan UMPTB, Jadi kami minta Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI harus diganti dan diberhentikan secepatnya," tegasnya.
Terpisah, menanggapi hal tersebut, Rektor UMPTB Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI menyatakan kesiapan dirinya bila harus diganti dan diberhentikan dari jabatannya. Karena yang mempunyai hak untuk mengganti Rektor atau Dosen itu adalah sepenuhnya pihak yayasan.
"Saya siap kapan saja, bila mau diganti atau di berhentikan, karena itu sudah menjadi hak yayasan kok," ujarnya. Ditegaskan Ratu Betta, unjuk rasa yang diadakan oleh mahasiswa tersebut, ada keterlibatan para dosen yang telah diberhentikan oleh pihak yayasan beberapa waktu lalu. Menurut Ratu Betta, sebelumnya ada empat dosen yang diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak yayasan yakni Irwan Natakusuma, Erwin, Alwansyah dan Ambar.
"Pasti empat dosen itu yang menjadi provokator unjuk rasa mahasiswa tersebut. Karena tidak terima diberhentikan, jadi membuat kekacauan UMPTB agar saya juga ikut diberhentikan," tegasnya. Ratu Betta menambahkan, terkait dengan unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa tersebut, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada pihak yayasan UMPTB.
"Biar pihak yayasan saja yang menentukan dan memberi keputusan. Saya serahkan semuanya pada pihak yayasan," tutupnya. (adh/fik)
Selain itu. sambung Rio, selama massa kepemimpinan Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI, setiap tahun universitas bukan mengalami kemajuan melainkan penurunan. "Jelas saja terlihat, karena setiap tahun UMPTB selalu mengalami penurunan jumlah penerimaan mahasiswa, bukan semakin bertambah. Ini jelas UMPTB tidak maju dan berkembang," tukassnya. Rio menegaskan jika Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI harus diganti atau diberhentikan sebagai rektor, demi kemajuaan UMPTB yang lebih baik lagi.
"Semua yang kami lakukan ini untuk kemajuan UMPTB, Jadi kami minta Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI harus diganti dan diberhentikan secepatnya," tegasnya.
Terpisah, menanggapi hal tersebut, Rektor UMPTB Dr Ratu Betta Caropeboka M.SI menyatakan kesiapan dirinya bila harus diganti dan diberhentikan dari jabatannya. Karena yang mempunyai hak untuk mengganti Rektor atau Dosen itu adalah sepenuhnya pihak yayasan.
"Saya siap kapan saja, bila mau diganti atau di berhentikan, karena itu sudah menjadi hak yayasan kok," ujarnya. Ditegaskan Ratu Betta, unjuk rasa yang diadakan oleh mahasiswa tersebut, ada keterlibatan para dosen yang telah diberhentikan oleh pihak yayasan beberapa waktu lalu. Menurut Ratu Betta, sebelumnya ada empat dosen yang diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak yayasan yakni Irwan Natakusuma, Erwin, Alwansyah dan Ambar.
"Pasti empat dosen itu yang menjadi provokator unjuk rasa mahasiswa tersebut. Karena tidak terima diberhentikan, jadi membuat kekacauan UMPTB agar saya juga ikut diberhentikan," tegasnya. Ratu Betta menambahkan, terkait dengan unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa tersebut, dirinya menyerahkan sepenuhnya pada pihak yayasan UMPTB.
"Biar pihak yayasan saja yang menentukan dan memberi keputusan. Saya serahkan semuanya pada pihak yayasan," tutupnya. (adh/fik)
