Notification

×

Bedah Rumah, Pemkot Gelontorkan Dana Rp 3 Miliar

14 May 2013 | 06:21 WIB Last Updated 2016-07-31T11:11:23Z

BANDAR LAMPUNG - Guna meringankan beban warga yang kurang mampu, serta mempercepat pengentasan kemiskinan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali melanjutkan program bedah rumah. 

"Program bedah rumah lanjutan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Pemkot kepada masyarakat di tingkat bawah," jelas Walikota Bandarlampung, Herman HN, saat peluncuran program lanjutan bedah rumah, di Kelurahan. Sumber Rejo, Kemiling, Bandarlampung, Senin (13/5/2013). 

Pada lanjutan program bedah rumah kali ini, lanjut dia, pemkot menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar, yang diperuntukan bagi 200 rumah di 12 Kecamatan dan 42 Kelurahan di Bandarlampung.

Untuk menghindari terjadinya pemotongan dana bedah rumah, pihaknya meminta jajaran untuk memberikan sekaligus anggaran bedah rumah kepada masyarakat.

"Kalau dikasih secara bertahap, rentan terjadi pemotongan, dan saya nggak mau hal ini terjadi. Jadi saya minta untuk segera memberikan dana seluruhnya kepada masyarakat yang telah didata mendapatkan program bedah rumah ini, karena pemkot hanya menyalurkan, uang rakyat untuk rakyat," ungkapnya.

Walikota berharap, dengan adanya program bedah rumah ini, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, dan apa yang diberikan oleh pemkot bisa benar-benar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dan Kelurahan (PMPK) Zainul Bahri mengatakan, tujuan dilaksanakannya program bedah rumah ini adalah untuk mendukung program pemerintah pusat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

"Program bedah rumah ini dari tahun ke tahun anggarannya meningkat, ini disesuaikan dengan kebutuhan. Tahun ini Rp 15 juta per rumah yang akan dibedah sebanyak 200 rumah," kata Zainul.

Dijelaskan, tahun 2011 Pemkot membantu 200 rumah, dengan anggaran sebesar Rp 1 Miliar, kemudian tahun 2012, Pemkot membedah rumah sebanyak 150 rumah dengan anggaran 2 Miliar dan tahun 2013 ini kembali meningkat sebesar Rp 3 miliar denga jumlah rumah 200 unit yang dibedah.

"Rumah-rumah yang dibedah adalah rumah-rumah yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk dilakukan bedah rumah. Diantaranya penduduk asli Bandarlampung, tanah yang ditempati milik sendiri dan terpenting adalah rumah yang belum layak huni," jelasnya.